JAKARTA, SiaranIndonesia.com– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapat pagu indikatif untuk anggaran 2027 sebesar Rp 118 triliun, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 146 triliun. Namun, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa anggaran ideal Polri pada 2027 berada di angka Rp 178,6 triliun.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI, Dedi menyebutkan bahwa Polri menetapkan enam sasaran prioritas utama dalam rencana kerjanya, termasuk peningkatan pelayanan publik digital, penguatan sinergi dengan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi modern.
Direktur Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyarankan strategi narasi Polri harus diubah dalam konteks saat ini dari bahasa birokratis menjadi bahasa yang membumi, didukung oleh langkah nyata serta mengedepankan akuntabilitas dan transparansi anggaran.
“Publik perlu diyakinkan bahwa investasi pada SDM Polri akan menghasilkan aparat yang humanis, melek digital, dan berintegritas,” kata Chamad Hojin saat dihubungi wartawan kemarin.
Polri juga akan memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan pada personel adalah jaminan hadirnya pelayan publik yang lebih mengayomi dan profesional. Teknologi modern akan digunakan untuk mendeteksi potensi kriminalitas jalanan dan meredam penipuan siber.
“Dengan strategi narasi yang tepat, Polri dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik,” tambah Chamad Hojin.
Selain anggaran, Polri juga menetapkan enam sasaran prioritas utama dalam rencana kerjanya guna mendukung program prioritas nasional. Fokus utama anggaran ini mencakup peningkatan pelayanan publik digital, penguatan sinergi dengan masyarakat, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan SDM hingga pembenahan tata kelola operasional.
(*)
























