Wujudkan Pembangunan Adil: Prabowo Buka Jalur Raksasa Sumatra-Kalimantan

- Editor

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sukarya Putra (Sekjen PASUKAN PRABOWO-PASPROBO)

Pembangunan yang berkeadilan bukan sekadar slogan politik, melainkan mandat konstitusi yang harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ketimpangan ketersediaan infrastruktur antara Pulau Jawa dan wilayah luar Jawa menjadi tantangan utama yang menghambat percepatan roda ekonomi nasional.

Langkah berani Presiden Prabowo Subianto dalam membuka serta mempercepat koridor raksasa konektivitas Sumatra-Kalimantan—termasuk pendorongan proyek strategis jaringan rel Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan—merupakan tonggak sejarah baru. Kebijakan visioner ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengikis jurang pemisah antardaerah dan menghadirkan pemerataan ekonomi yang hakiki.

Sekretaris Jenderal PASPROBO, Sukarya Putra menegaskan bahwa, keberadaan transportasi publik dan jalur logistik berskala raksasa di luar Jawa merupakan kunci utama untuk membuka potensi ekonomi daerah yang selama ini terisolasi.

Menurut Sukarya Putra , selama konektivitas antardaerah belum terhubung secara optimal, maka efisiensi ekonomi nasional tidak akan pernah tercapai secara maksimal. Dimana Indonesia saat ini mencatatkan biaya logistik berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh di atas negara-negara maju yang berhasil menekan biaya logistik hingga level 8 sampai 10 persen dari PDB. Tingginya beban distribusi barang ini secara langsung melipatgandakan harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah luar Jawa dan menurunkan daya saing produk unggulan daerah.

Sekjen Pasukan Prabowo juga memaparkan bahwa komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mengintegrasikan jalur logistik dan transportasi massal di Sumatra dan Kalimantan adalah bentuk kepedulian yang konkret terhadap nasib rakyat di daerah. Kepedulian Prabowo tidak berhenti pada tataran gagasan, melainkan diwujudkan melalui instruksi tegas kepada kementerian terkait untuk mengeksekusi pembangunan perkeretaapian serta jalan penghubung utama secara masif dan simultan.

Prabowo memahami betul bahwa rakyat di pulau Sumatra, Kalimantan, hingga pelosok nusantara memiliki hak yang sama untuk menikmati moda transportasi yang modern, efisien, aman, dan terjangkau. Langkah ini menegaskan bahwa arah pembangunan Indonesia tidak lagi berpusat di Jawa, melainkan merata ke seluruh pelosok tanah air.

Keberadaan transportasi yang terintegrasi sangat diharapkan oleh masyarakat luas demi kemajuan dan pemerataan pembangunan. Bagi para petani, nelayan, dan pelaku UMKM di daerah, hadirnya jalur raksasa ini berarti pemangkasan biaya angkut yang signifikan serta kepastian waktu pengiriman hasil bumi menuju pusat industri dan pasar internasional.

Bagi masyarakat umum, moda transportasi yang terinterkoneksi membuka mobilitas yang lebih mudah menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan berkualitas, serta peluang kerja baru. Transportasi yang merata tidak hanya memindahkan manusia dan barang, tetapi juga mengalirkan kesejahteraan, menekan tingkat kemiskinan, serta memperkuat rasa persatuan nasional.

Pasukan Prabowo-PASPROBO menilai dan optimis bahwa percepatan pembangunan jalur transportasi raksasa Sumatra-Kalimantan akan menjadi daya dorong luar biasa bagi masuknya investasi di luar Jawa. Dengan tersedianya infrastruktur pendukung yang andal, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru akan tumbuh pesat, menciptakan jutaan lapangan kerja lokal, dan mengurangi tekanan migrasi ke kota-kota besar. Dukungan penuh perlu terus diberikan kepada langkah strategis Presiden Prabowo dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian Pemerataan infrastruktur transportasi adalah fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, maju, dan sejahtera bersama.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi
Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan
BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains
Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional
DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?
Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu
Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat
Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB