Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

- Editor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Tantangan sektor pertanian di wilayah pedesaan semakin kompleks seiring dengan tidak menentunya kondisi iklim dan keterbatasan siklus tanam. Di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, para petani setempat umumnya hanya mampu mengandalkan masa panen padi satu kali saja dalam kurun waktu satu tahun. Kondisi ini kian memprihatinkan kala ancaman puso atau gagal panen melanda, yang berimbas langsung pada penurunan pendapatan ekonomi masyarakat desa.

Mencermati kondisi tersebut, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Peniron 03 Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMOGO) Kebumen yang berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surakarta (UNS) mengambil inisiatif. Mereka menghadirkan solusi berupa program pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan limbah pertanian setempat, yakni pengolahan sekam padi menjadi briket bahan bakar energi alternatif.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Peniron pada Jumat (17/7/2026) ini berlangsung interaktif. Pelatihan pembuatan briket sekam padi diselenggarakan dengan menyasar jajaran ibu-ibu Penggerak PKK serta perwakilan pemuda Karang Taruna Desa Peniron.

Edukasi Pemanfaatan Limbah Selipan Padi

Tim KKN Peniron 03 UNIMOGO, menyampaikan bahwa keterbatasan wawasan pengolahan limbah menjadi salah satu faktor utama mengapa sekam padi selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga.

“Selama ini warga Desa Peniron lebih sering langsung menjual sekam padi dalam bentuk mentah ke tempat gilingan atau selipan padi dengan harga yang sangat murah. Bahkan tidak jarang limbah kulit padi tersebut dibiarkan menumpuk begitu saja. Padahal, jika diolah dengan sentuhan teknologi tepat guna yang sederhana, sekam ini memiliki nilai ekonomi dan fungsi yang jauh lebih tinggi,” ungkap Angga.

Tahapan pembuatan diawali dengan proses pengarangan, di mana sekam padi dibakar di dalam wadah penampung hingga menghitam sempurna. Setelah dingin, arang sekam dihaluskan dengan cara diuleg lalu disaring untuk mendapatkan tekstur serbuk arang yang homogen. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan adonan perekat alami berbahan dasar tepung kanji atau aci, sebelum akhirnya dicetak manual dan dijemur hingga kering.

Praktik Mudah: Dari Pengarangan Hingga Campuran Aci

Ibu-ibu PKK yang hadir tampak antusias menyimak setiap peragaan materi dari tim KKN UNIMOGO. Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan dan agar warga dapat langsung mempraktikkannya secara mandiri, tim mahasiswa membagikan paket sampel briket starter-kit kepada seluruh warga yang hadir.

Paket sampel tersebut berisi sekam padi yang sudah siap bakar beserta panduan komposisi pencampuran tepung aci. Dengan begitu, warga dapat mencoba langsung proses pengulegan, pencetakan, dan pengeringan briket di rumah masing-masing.

Melalui inovasi briket sekam padi ini, tim KKN UNIMOGO berharap warga Desa Peniron tidak lagi bergantung penuh pada hasil panen padi tahunan semata. Pengolahan limbah selipan ini diproyeksikan dapat menekan pengeluaran belanja dapur keluarga untuk kebutuhan bahan bakar, sekaligus menjadi rintisan awal pengembangan usaha ekonomi kreatif UMKM berbasis potensi lokal di Desa Peniron.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan
Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat
Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:54 WIB

Legislator Fraksi PAN Dukung RUU Reforma Agraria untuk Keadilan Tanah

Selasa, 8 September 2026 - 09:46 WIB

UP PKB Kedaung Angke Perkuat Pelayanan Prima, Tegas Tolak Pungli

Senin, 7 September 2026 - 18:11 WIB

CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka dalam Dugaan Kasus janggal Rp6,7 Miliar pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 17:47 WIB

Kawal Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader PMII, LBH GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Sabtu, 5 September 2026 - 15:48 WIB

Langkahi Izin PKKPR dan Caplok Lahan 6,5 Hektar, Pabrik Hebel PT IKN Disegel Pemkab Banyumas

Sabtu, 5 September 2026 - 14:48 WIB

Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

Jumat, 4 September 2026 - 22:48 WIB

Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIB

Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4-8 September

Berita Terbaru