Kepala BPOM Dorong Universitas Kolaborasi Perkuat Inovasi Nasional

- Editor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SiaranIndonesia.com-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya sinergi antara kalangan akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam mendorong lahirnya inovasi yang mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Menurut Taruna Ikrar, kolaborasi yang dikenal dengan konsep Academic, Business, and Government (ABG) merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Universitas terbaik di dunia tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang dimanfaatkan industri, memberikan solusi bagi masyarakat, serta didukung oleh kebijakan pemerintah. Inilah esensi konsepAcademic–Business–Government atau ABG,” ujar Taruna Ikrar saat memberikan kuliah tamu bertajuk “How to Be World Class Researchers” di Hall Utama Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, Kamis (6/8/2026),

Ia menjelaskan bahwa dunia akademik memiliki peran sebagai penghasil ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara sektor bisnis menjadi motor pengembangan dan komersialisasi inovasi. Di sisi lain, pemerintah berfungsi menciptakan regulasi yang adaptif sekaligus memberikan dukungan agar inovasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Taruna Ikrar menilai kolaborasi tersebut akan melahirkan perusahaan-perusahaan berbasis inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam perspektif BPOM, konsep ABG memiliki nilai strategis untuk mempercepat pengembangan berbagai produk, mulai dari obat, vaksin, pangan olahan, kosmetik, hingga produk berbasis bahan alam Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar global.
Ia menekankan bahwa riset yang berkualitas harus diiringi dengan dukungan industri yang kuat serta regulasi yang berbasis sains. Ketiga unsur tersebut diyakini menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Menurut Taruna Ikrar, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi kesehatan dan farmasi di kawasan Asia bahkan di tingkat dunia apabila mampu membangun ekosistem riset dan inovasi yang terintegrasi.
Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Prima Indonesia (UNPRI) untuk terus memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, Taruna Ikrar juga mendorong pengembangan inovasi yang dapat dihilirisasikan menjadi produk-produk unggulan nasional sehingga hasil penelitian mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya berbagai solusi atas tantangan bangsa, mulai dari penguatan ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, hingga percepatan transformasi ekonomi yang bertumpu pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Seminar Nasional Apresiasi Terobosan Kemendikdasmen di Bawah Kepemimpinan Prof. Abdul Mu’ti
Bencana Ekologis Makin Meluas, PB HMI Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Lingkungan Nasional
Asep Wahyuwijaya Soroti Kesiapan KAI Hadapi Lonjakan Penumpang
Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan blulnvest Emas
Taruna Ikrar Paparkan Neuroleadership dan AI di Forum Teknologi Medis Tsinghua University China
Tauhid, Sains, dan Pelajaran dari Iran
DPD Demokrat Papua Tengah Apresiasi Kunjungan AHY Ke Tanah Papua, Serap Aspirasi Enam Provinsi
Turnamen Empang HUB 2026: Buktikan Mancing Itu Bukan Sekadar Hobi

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:40 WIB

Seminar Nasional Apresiasi Terobosan Kemendikdasmen di Bawah Kepemimpinan Prof. Abdul Mu’ti

Rabu, 23 September 2026 - 21:13 WIB

Bencana Ekologis Makin Meluas, PB HMI Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Lingkungan Nasional

Rabu, 23 September 2026 - 19:56 WIB

Asep Wahyuwijaya Soroti Kesiapan KAI Hadapi Lonjakan Penumpang

Selasa, 22 September 2026 - 15:20 WIB

Taruna Ikrar Paparkan Neuroleadership dan AI di Forum Teknologi Medis Tsinghua University China

Selasa, 22 September 2026 - 13:47 WIB

Tauhid, Sains, dan Pelajaran dari Iran

Selasa, 22 September 2026 - 08:42 WIB

DPD Demokrat Papua Tengah Apresiasi Kunjungan AHY Ke Tanah Papua, Serap Aspirasi Enam Provinsi

Senin, 21 September 2026 - 12:59 WIB

Turnamen Empang HUB 2026: Buktikan Mancing Itu Bukan Sekadar Hobi

Senin, 21 September 2026 - 08:28 WIB

SEKJEND APKLI SAIFUL CHANIAGO OPTIMIS KEPEMIMPINAN PRESIDEN PRABOWO MAMPU WUJUDKAN EKONOMI TUMBUH 8% LEWAT EKONOMI KERAKYATAN

Berita Terbaru