Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 

- Editor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com  — Potensi melinjo yang melimpah di Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) menghadirkan inovasi pengolahan biji melinjo menjadi tepung melinjo dan kerupuk melinjo. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Balai Pertemuan Kalikudu pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, perwakilan masyarakat, serta pelaku UMKM melinjo. Sosialisasi bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi produk agar komoditas melinjo tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui produk olahan.

Desa Kaligending dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki banyak pohon melinjo di hampir setiap dukuh. Selama ini, hasil panen biji melinjo sebagian besar dijual kepada pengepul atau dipasarkan untuk diolah menjadi emping. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi melinjo belum dimanfaatkan secara maksimal.

Perwakilan ibu-ibu PKK, Ibu Aniroh, mengatakan bahwa melinjo merupakan hasil kebun yang cukup melimpah di desanya.

“Di sini banyak sekali pohon melinjo, tetapi rata-rata biji melinjonya dijual ke pasar atau kepada pengepul untuk dibuat emping,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pengolahan biji melinjo menjadi tepung yang kemudian diolah kembali menjadi kerupuk melinjo. Produk ini dinilai memiliki potensi sebagai inovasi pangan yang dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.

Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa juga memberikan demonstrasi proses pembuatan tepung melinjo hingga menjadi kerupuk siap konsumsi. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses pengolahan bahan baku hingga teknik pengemasan produk agar memiliki daya tarik di pasaran.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tanggapan salah satu pelaku UMKM melinjo Ibu Karina yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, inovasi pengolahan biji melinjo menjadi tepung dan kerupuk melinjo sangat potensial untuk dikembangkan sebagai produk tambahan karena tetap menggunakan bahan baku yang sama.

“Cocok inovasi ini dijadikan produk tambahan agar olahan melinjo lebih bervariasi karena bahan dasarnya sama-sama berasal dari biji melinjo,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan oleh para pelaku UMKM sehingga mampu menambah variasi produk, meningkatkan nilai jual melinjo, serta memperluas peluang usaha berbasis potensi lokal di Desa Kaligending.

Salah satu peserta KKN Unimugo, Abduh Zaki Muammar, mengaku terkesan dengan hasil inovasi pengolahan biji melinjo menjadi tepung dan kerupuk melinjo. Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa melinjo tidak hanya dapat diolah menjadi emping, tetapi juga menjadi produk pangan lain yang memiliki cita rasa dan nilai jual.

“Awalnya saya ragu dengan tepung melinjo karena selama ini melinjo identik dengan emping yang memiliki rasa sedikit pahit. Namun, setelah mencoba eksperimen ini, hasilnya benar-benar berkesan. Teksturnya halus, aromanya ringan, dan ketika diolah menjadi kerupuk, cita rasa khas melinjo tetap terasa serta menghasilkan rasa yang gurih. Harapan saya, masyarakat Desa Kaligending dapat memanfaatkan inovasi yang kami perkenalkan melalui kegiatan sosialisasi KKN ini sebagai peluang usaha baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas melinjo,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Unimugo berharap masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan produk olahan melinjo secara berkelanjutan. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Desa Kaligending diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penghasil melinjo, tetapi juga sebagai sentra produk olahan melinjo yang memiliki daya saing serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan
Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat
Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:20 WIB

Taruna Ikrar Paparkan Neuroleadership dan AI di Forum Teknologi Medis Tsinghua University China

Selasa, 22 September 2026 - 13:47 WIB

Tauhid, Sains, dan Pelajaran dari Iran

Selasa, 22 September 2026 - 08:42 WIB

DPD Demokrat Papua Tengah Apresiasi Kunjungan AHY Ke Tanah Papua, Serap Aspirasi Enam Provinsi

Senin, 21 September 2026 - 12:59 WIB

Turnamen Empang HUB 2026: Buktikan Mancing Itu Bukan Sekadar Hobi

Jumat, 18 September 2026 - 17:54 WIB

Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 17:36 WIB

KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK

Jumat, 18 September 2026 - 09:32 WIB

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Jumat, 18 September 2026 - 09:23 WIB

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Berita Terbaru

Nasional

Tauhid, Sains, dan Pelajaran dari Iran

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:47 WIB