Pemilih Gen Z dan Milenial Dominasi Pemilu 2029, Gibran dan AHY Dinilai Punya Modal Politik

- Editor

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gibran dan AHY berpeluang dalam Pemilihan Presiden 2029.

Gibran dan AHY berpeluang dalam Pemilihan Presiden 2029.

Siaranindonesia.com Jakarta – Pemilih muda diperkirakan akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam Pemilu 2029. Berdasarkan data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPP) Semester I 2026, jumlah pemilih mencapai 214.354.667 orang.

Dari jumlah tersebut, pemilih milenial tercatat mencapai 33,60 persen, sedangkan Gen Z sebesar 27,94 persen. Jika digabungkan, kedua kelompok generasi tersebut mencapai 61,54 persen atau sekitar 131,9 juta pemilih.

Pengamat politik Luqmanul Hakim menilai komposisi tersebut menjadikan Gen Z dan milenial sebagai arena perebutan suara yang sangat strategis bagi para kandidat menuju Pilpres 2029. Besarnya proporsi pemilih muda dinilai akan memengaruhi strategi politik, komunikasi, hingga agenda kebijakan para kandidat.

“Kalau melihat komposisi pemilih menuju 2029, generasi muda akan menjadi electoral battleground yang sangat penting. Kandidat yang mampu memahami kebutuhan dan aspirasi mereka akan memiliki ruang lebih besar untuk membangun kepercayaan,” kata Luqman saat dihubungi media di Jakarta (10/08).

Menurutnya, kedekatan dengan generasi muda tidak semata-mata ditentukan oleh faktor usia. Yang lebih penting adalah kemampuan kandidat memahami persoalan yang secara langsung memengaruhi kehidupan Gen Z dan milenial, seperti lapangan kerja, pendidikan, biaya hidup, perumahan, ekonomi digital, hingga kepastian masa depan.

Dalam konteks tersebut, Luqman melihat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki modal awal untuk memasuki ceruk pemilih muda. Keduanya saat ini berada di dalam pemerintahan sehingga memiliki kesempatan membangun rekam jejak hingga menjelang Pemilu 2029.

“Besarnya jumlah pemilih Gen Z dan milenial membuka ruang elektoral yang sangat besar. Gibran dan AHY punya modal awal karena sama-sama berada di pemerintahan dan relatif dekat dengan karakter generasi muda,” ujarnya.

Luqman menegaskan bahwa modal demografis dan kedekatan generasional tersebut belum otomatis berubah menjadi dukungan elektoral. Keduanya tetap harus membuktikan kapasitas, kinerja, serta kemampuan menghadirkan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan anak muda.

“Modal itu belum otomatis menjadi suara. Mereka harus membuktikan bahwa kedekatan tersebut bukan hanya soal usia atau gaya komunikasi, melainkan juga kemampuan memahami persoalan anak muda dan menghadirkan solusi yang benar-benar mereka rasakan,” katanya.

Menurut Luqman, tiga tahun menuju 2029 akan menjadi periode penting bagi Gibran maupun AHY untuk membangun persepsi publik. Rekam jejak dalam pemerintahan, gagasan yang ditawarkan, kemampuan berkomunikasi, serta respons terhadap berbagai persoalan masyarakat akan menjadi faktor yang semakin menentukan.

Ia menilai pemilih Gen Z dan milenial juga cenderung menjadi kelompok yang dinamis. Mereka tidak dapat diperlakukan hanya sebagai target kampanye, tetapi perlu didekati melalui komunikasi yang autentik, isu yang relevan, serta bukti kinerja yang dapat dirasakan secara langsung.

“Pada akhirnya, ceruk Gen Z dan milenial bukan milik Gibran, AHY, atau figur tertentu. Siapa pun masih memiliki peluang. Pertanyaannya adalah siapa yang paling mampu memahami mereka, berbicara dengan bahasa mereka, menjawab persoalan mereka, dan membangun kepercayaan,” kata Luqman.

Karena itu, menurutnya, persaingan menuju 2029 tidak hanya akan ditentukan oleh popularitas atau mesin politik, tetapi juga kemampuan kandidat memenangkan kepercayaan generasi muda. Figur yang mampu menggabungkan rekam jejak, gagasan, komunikasi yang relevan, dan solusi konkret bagi persoalan Gen Z serta milenial berpotensi memiliki modal elektoral besar dalam kontestasi politik 2029. (*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Legislator Fraksi PAN Dukung RUU Reforma Agraria untuk Keadilan Tanah
UP PKB Kedaung Angke Perkuat Pelayanan Prima, Tegas Tolak Pungli
CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka dalam Dugaan Kasus janggal Rp6,7 Miliar pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Kawal Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader PMII, LBH GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Langkahi Izin PKKPR dan Caplok Lahan 6,5 Hektar, Pabrik Hebel PT IKN Disegel Pemkab Banyumas
Saat Tiket Pesawat Mahal, Kapal Penumpang Pelni Beri Solusi
Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya
Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:54 WIB

Legislator Fraksi PAN Dukung RUU Reforma Agraria untuk Keadilan Tanah

Selasa, 8 September 2026 - 09:46 WIB

UP PKB Kedaung Angke Perkuat Pelayanan Prima, Tegas Tolak Pungli

Senin, 7 September 2026 - 18:11 WIB

CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka dalam Dugaan Kasus janggal Rp6,7 Miliar pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 17:47 WIB

Kawal Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader PMII, LBH GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Sabtu, 5 September 2026 - 15:48 WIB

Langkahi Izin PKKPR dan Caplok Lahan 6,5 Hektar, Pabrik Hebel PT IKN Disegel Pemkab Banyumas

Sabtu, 5 September 2026 - 14:48 WIB

Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

Jumat, 4 September 2026 - 22:48 WIB

Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIB

Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4-8 September

Berita Terbaru