Taruna Ikrar Dorong Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah Perkuat Kesehatan Anak

- Editor

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI, SiaranIndonesia.com– Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya investasi pada kesehatan otak dan perkembangan kognitif anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fondasi strategis bagi masa depan bangsa. Hal itu disampaikan Taruna saat memberikan keynote speech pada Pediatric Science & Health Summit 2026 bertajuk “Advancing Brain and Cognitive Health in Children: Integrating Neuroscience, Nutrition, and Innovation for Southeast Asia” di Main Ballroom Renaissance Nusa Dua, Bali, Sabtu (8/8/2026). Forum tersebut dihadiri sekitar 500 dokter spesialis anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Taruna, periode 1.000 HPK merupakan fase paling menentukan dalam pembentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas manusia di masa mendatang. Pada periode tersebut, perkembangan otak berlangsung sangat pesat dan dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi serta kemampuan otak beradaptasi melalui mekanisme neuroplastisitas.

Ia menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan juga semakin memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara saluran cerna dan otak melalui mekanisme gut-brain axis. Keseimbangan mikrobiota usus tidak hanya berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, tetapi juga memiliki kaitan dengan pematangan fungsi otak pada masa awal kehidupan. Sebaliknya, gangguan keseimbangan mikrobiota atau disbiosis dapat memicu peradangan sistemik yang berpotensi memengaruhi neuroplastisitas dan fungsi neurologis.
“Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa precision nutrition yang didukung mikrobiota usus yang sehat mampu menunjang pembentukan struktur otak, meningkatkan neuroplastisitas fungsional, serta menjaga regulasi sistem imun pada periode emas perkembangan anak,” ujar Taruna.

Taruna memaparkan, tantangan pemenuhan gizi anak masih menjadi persoalan global. Secara global terdapat sekitar 647,3 juta anak berusia di bawah lima tahun, dengan prevalensi stunting 23,2 persen, wasting 6,6 persen, dan overweight 5,5 persen. Sementara di Indonesia terdapat sekitar 22,6 juta balita, dengan prevalensi stunting 19,8 persen, wasting 6,3 persen, dan overweight 3,3 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan anak tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor. Diperlukan intervensi berbasis bukti ilmiah, antara lain melalui promosi ASI eksklusif, suplementasi mikronutrien, pemberian makanan pendamping ASI yang tepat, serta penguatan program gizi di lingkungan sekolah.

Berbagai intervensi tersebut, lanjut Taruna, telah menunjukkan dampak terhadap peningkatan kelangsungan hidup anak, perkembangan kognitif, prestasi pendidikan, hingga produktivitas ekonomi pada masa mendatang. Bahkan, setiap investasi sebesar US$1 pada pengembangan anak usia dini berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga US$13 melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.

Taruna menegaskan, masa kanak-kanak sebagai golden period perlu ditopang sedikitnya oleh empat pilar utama, yakni kemajuan ilmu neurosains, pemenuhan nutrisi yang optimal, inovasi berbasis riset, serta regulasi yang berlandaskan bukti ilmiah.Karena itu, setiap inovasi pangan dan nutrisi, kata Taruna, harus melalui rangkaian penelitian, pembuktian ilmiah, komunikasi yang bertanggung jawab, serta harmonisasi regulasi sebelum diterjemahkan menjadi produk maupun rekomendasi kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga menegaskan komitmen BPOM dalam menjalankan amanat Undang-Undang Pangan beserta seluruh peraturan pelaksanaannya. Pengawasan diarahkan untuk memastikan setiap pangan olahan, terutama yang diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak, memenuhi standar keamanan, mutu, nilai gizi, serta manfaat yang didukung bukti ilmiah yang kuat. Taruna didampingi Staf Khusus Kepala BPOM RI, Wachyudi Muchsin.

“Regulasi yang baik bukanlah penghambat inovasi, melainkan fasilitator yang memastikan setiap inovasi dapat diterjemahkan menjadi produk yang aman, bermutu, bermanfaat, dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan anak di kawasan Asia Tenggara, Taruna mengajak negara-negara di kawasan tersebut memperkuat kolaborasi melalui konsep ABG (Academia, Business, Government).

Sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dinilai dapat mempercepat penguatan riset, mendorong inovasi, memperluas akses terhadap produk berkualitas, memperkuat sistem regulasi, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap ilmu pengetahuan.
“Healthy brains build healthy nations. Science inspires innovation. Evidence builds trust. Collaboration creates impact. Bersama-sama kita dapat mewujudkan kesehatan otak dan perkembangan kognitif terbaik bagi setiap anak serta membangun Asia Tenggara yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sejahtera,” ujar Taruna.

Menutup paparannya, Taruna menekankan bahwa tanggung jawab regulator pada akhirnya bukan semata-mata berkaitan dengan administrasi dan perizinan, melainkan menyangkut perlindungan kehidupan manusia.
“Setiap izin yang saya setujui, setiap persoalan yang saya selesaikan, dan setiap dokumen yang saya tandatangani bukan sekadar prosedur administratif, melainkan langkah nyata untuk melindungi kehidupan manusia,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Luncurkan 10 Buku di Usia 50 Tahun, Prabowo Puji Bahlil sebagai Sosok Petarung dan Penghibur Jokowi
CPH Desak KPK Supervisi Penanganan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara
Kepala BPOM Dorong Universitas Kolaborasi Perkuat Inovasi Nasional
KAHMI Luncurkan Logo HUT ke-60, Tegaskan Komitmen untuk Kedaulatan Bangsa
CPH Desak Kajati Maluku Utara Baru Segera Tuntaskan Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Rp139 Miliar
Dody: Loyalitas, Integritas, dan Pelayanan kepada Masyarakat Menjadi Fondasi Kinerja Bidang Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta
Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang
Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Luncurkan 10 Buku di Usia 50 Tahun, Prabowo Puji Bahlil sebagai Sosok Petarung dan Penghibur Jokowi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Taruna Ikrar Dorong Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah Perkuat Kesehatan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:58 WIB

CPH Desak KPK Supervisi Penanganan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Kepala BPOM Dorong Universitas Kolaborasi Perkuat Inovasi Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:54 WIB

CPH Desak Kajati Maluku Utara Baru Segera Tuntaskan Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Rp139 Miliar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Dody: Loyalitas, Integritas, dan Pelayanan kepada Masyarakat Menjadi Fondasi Kinerja Bidang Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru