JAKARTA, SiaranIndonesia.com– Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 yang mengusung tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa”. Peluncuran yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kementerian Agama RI, Rabu (6/8), menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan enam dekade KAHMI sekaligus mempertegas komitmen organisasi dalam memperkuat kontribusi terhadap kedaulatan politik, ekonomi, dan ketahanan nasional.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne HMI, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi serta harapan agar KAHMI terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Ketua Organizing Committee HUT ke-60 KAHMI, George Edwin Sugiharto, menyampaikan bahwa usia 60 tahun merupakan tonggak penting yang menandai kematangan intelektual dan pengabdian organisasi. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan HUT dirancang untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan nilai-nilai keislaman sekaligus melibatkan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat pengabdian.
George juga mengajak seluruh jajaran KAHMI, baik Majelis Wilayah (MW) maupun Majelis Daerah (MD), untuk menyemarakkan HUT ke-60 melalui berbagai kegiatan produktif di daerah masing-masing. Partisipasi aktif seluruh pengurus diharapkan dapat memperkuat syiar organisasi sekaligus memperluas manfaat kehadiran KAHMI di tengah masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi logo HUT ke-60 KAHMI oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. K.H. Romo H.R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., bersama jajaran pengurus Majelis Nasional dan panitia. Logo tersebut merepresentasikan semangat pembaruan, keteguhan, dan visi peradaban KAHMI dalam menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi organisasi.
Dalam sambutannya, Romo Muhammad Syafii menegaskan bahwa tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” mengandung makna strategis. Menurutnya, kedaulatan bukan sekadar konsep, tetapi diwujudkan melalui kemampuan bangsa mengelola sumber daya, menjaga keutuhan wilayah, serta memastikan kesejahteraan rakyat secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa memasuki usia ke-60 tahun, KAHMI harus berada di garda terdepan dalam menjaga dan mengawal kedaulatan Indonesia. Potensi alumni yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, dunia usaha, hingga profesi strategis lainnya, perlu disinergikan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Peluncuran logo dan tema HUT ke-60 ini dihadiri jajaran pengurus Majelis Nasional KAHMI, panitia pusat, serta para tamu undangan. Acara ditutup dengan ramah tamah antargenerasi alumni sebagai ajang mempererat silaturahmi dan bertukar gagasan. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya berbagai agenda strategis, seperti diskusi kebangsaan, kegiatan sosial, dan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan KAHMI di berbagai daerah di Indonesia.
























