KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap sebagai barang tak berguna ternyata dapat menjadi sumber manfaat sekaligus peluang ekonomi. Semangat itulah yang coba dibangun mahasiswa KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) Tahun 2026 bersama masyarakat Desa Kebagoran melalui gerakan menghidupkan kembali bank sampah.
Gerakan tersebut diawali dengan kegiatan edukasi pengelolaan sampah yang digelar di Balai Desa Kebagoran, Sabtu (18/7/2026). Sekitar 40 warga dari RT 01 hingga RT 11 hadir dan terlibat dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala Desa Kebagoran, Sarikun, S.M., serta Direktur Bank Sampah Desa Kebagoran, Yuliarsih.
Bukan sekadar sosialisasi, kegiatan ini mengajak warga melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat dipilah, dimanfaatkan kembali, bahkan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Warga juga diperkenalkan kembali dengan konsep bank sampah sebagai wadah untuk mengumpulkan sampah bernilai jual yang kemudian dapat ditabung dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat pengelolaan sampah di Desa Kebagoran masih menghadapi sejumlah tantangan. Kebiasaan memilah sampah dari rumah belum sepenuhnya berjalan, sementara aktivitas bank sampah belum optimal dan pemahaman mengenai manfaat ekonomi dari sampah masih perlu diperkuat.
“Reaktivasi bank sampah ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, tetapi bagaimana kita mengubah pola pikir masyarakat agar lebih bijak dalam memproduksi dan mengelola sampah sehari-hari demi kelestarian lingkungan desa kita tercinta,” ujar Kepala Desa Kebagoran, Sarikun, S.M.
Untuk memperkuat edukasi, mahasiswa KKN juga memasang “Plang Umur Sampah” di sekitar lokasi kegiatan. Papan informasi tersebut menampilkan perkiraan waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami. Pesannya sederhana: semakin lama sampah bertahan di lingkungan, semakin besar pula tanggung jawab manusia untuk mengelolanya.
Program ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan metode Participatory Action Research (PAR). Masyarakat tidak ditempatkan sebagai penerima program semata, tetapi menjadi bagian penting dalam mengenali persoalan, menemukan potensi, menjalankan aksi, dan menjaga keberlanjutan gerakan pengelolaan sampah.
Melalui gerakan tersebut, KKN Berdampak UNIMUGO berharap bank sampah di Desa Kebagoran tidak hanya kembali aktif, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan baru masyarakat. Sebab, menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Cukup dimulai dari rumah: memilah sampah, menyetorkannya ke bank sampah, dan mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
























