Ngerahul 6

- Editor

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Syamsul Yakin (Ketua Umum Ikatan Cedekiawan Betawi)

Dokoh itu bukan doyan. Tapi lebih dari doyan. Dokoh termasuk kategori yang getem terhadap makanan. Dokoh tidak bisa disamakan dengan kemaruk. Sebab kemaruk diawali dengan satu peristiwa sebelumnya. Orang bangun sakit lalu getem sekali makannya, itulah yang disebut kemaruk. Persis seperti ayam yang baru turun dari petarangan, mengerami telurnya hingga menetas jadi pitik lalu makan. Anda pernah kemaruk?

Jadi dokoh lebih dekat maknanya dengan getem ketimbang kemaruk. Persamaannya, baik dokoh, getem, dan kemaruk bukan saja terhadap makanan, tapi juga terhadap harta, tahta, dan wanita. Orang yang doyan banget kepada semua itu, dapat dikatakan dia dokoh, getem, dan kemaruk. Orang yang kemaruk kekuasaan, bisa jadi dulunya tidak pernah punya kesempatan untuk duduk jadi pejabat, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Dokoh dikatakan bukan hanya doyan. Alasannya, kalau doyan masih normal. Misalnya doyan terhadap makanan. Orang yang doyan terhadap sesuatu umumnya masih suka berbagi. Sementara dokoh itu selain doyan, juga koret dan serakah. Koret itu sifat tidak ingin memberi. Kalau serakah lebih dari pelit, sebab apa saja yang ada pada orang lain, ingin dikuasainya atau diambilnya untuk dimiliki. Dokoh itu suka nyubit tapi tidak mau dicubit.

Dokoh itu juga bisa dibayangkan dengan seseorang yang rakus, paling dulu di anterian makan. Usai makan, matanya melirik makanan lain yang bisa dijambaknya. Orang yang dokoh dapat digambarkan seperti monyet: di mulutnya masih ngapluk-ngapluk penuh makanan, sementara di tangan kanan dan kirinya digenggam erat berbagai macam minuman dan buah-buahan. Namun orang yang dokoh tidak bisa dibayangkan awaknya gembrot. Orang kecil dan tipis bisa jadi dokoh.

Orang yang dokoh ketika makan terburu-buru. Makannya menggunakan lima jari sekaligus. Sementara tangan kirinya memegangi kerupuk, gorengan, atau cabe rawit. Orang yang dokoh dapat dipastikan tidak memapak makanannya hingga 30 kali papakan, seperti dilakukan oleh seorang sastrawan Motinggo Boesje. Selanjutnya, dokoh bukanlah gembul. Lebih dari gembul. Bekas orang dokoh makan seperti bekas tentara perang, berantakan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Santri Muda Nusantara: Anomali Polisi Bersama Masyarakat vs Tindakan Intimidasi & Penggeledahan Terhadap Santri Hamalatul Qur’an
Perubahan Diri dalam Lensa IRT
Membongkar Rahasia Kebaikan Finansial Syariah: 5 Pilar Akad Tabarru’at
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Dari Banyak Program Menuju Kemampuan Mengonversi Realitas
Melawan “Pabrik Kecanduan” di Saku Anak Kita
Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi
Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi
Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:02 WIB

Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok

Rabu, 4 November 2026 - 19:47 WIB

Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap

Rabu, 4 November 2026 - 18:15 WIB

Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 3 November 2026 - 15:10 WIB

Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan

Minggu, 1 November 2026 - 17:32 WIB

PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34 WIB

PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY

Berita Terbaru