BPOM Perkuat Ekosistem UMK Pangan Olahan, Taruna Ikrar Luncurkan Program SAPA SEMESTA untuk Tingkatkan Daya Saing

- Editor

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong usaha mikro dan kecil (UMK) pangan olahan naik kelas melalui peluncuran Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan (Sadar Pangan Aman, Sistematis, Ekosistem, Masif, Efektif, Sinergi, Terintegrasi, dan Aksesibel). Program ini menjadi langkah strategis BPOM dalam membangun ekosistem pembinaan yang terintegrasi agar UMK mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, berdaya saing, dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Peluncuran program yang berlangsung di Jakarta, dipimpin langsung oleh Kepala BPOM Prof. Dr. Taruna Ikrar dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Rektor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Ketua Umum Adhi S. Lukman, serta para pemangku kepentingan dari unsur akademisi, dunia usaha, dan pemerintah (ABG).

Rangkaian kegiatan diawali dengan talkshow interaktif yang membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem UMK pangan olahan. Diskusi menghadirkan narasumber dari BPOM, Kementerian UMKM, IPB University, dan GAPMMI yang menekankan bahwa peningkatan kualitas produk harus berjalan beriringan dengan kemudahan akses pembinaan, regulasi, dan pasar.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat merupakan mandat utama BPOM melalui pengawasan menyeluruh sejak tahap pengembangan produk (pre-market) hingga pengawasan produk yang telah beredar (post-market).
“BPOM diberi tugas untuk melaksanakan pengawasan pada seluruh tahapan, mulai dari pre-market hingga post-market. Untuk pangan, pengawasan dimulai sejak pengembangan pangan olahan hingga berbagai inovasi pangan lainnya,” ujar Taruna Ikrar.

Menurut Taruna Ikrar, Program SAPA SEMESTA merupakan pengembangan dari Program SAPA UMK yang dirancang untuk mendukung agenda pemerintah dalam mempercepat pemberdayaan 10 juta pelaku UMKM. Melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan, program ini memberikan pendampingan mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, penerapan standar keamanan pangan, fasilitasi pemenuhan regulasi dan perizinan, pengembangan akses pasar, hingga pembinaan berbasis digital.
Ia menegaskan bahwa pendampingan kepada UMK bukan hanya untuk meningkatkan daya saing usaha, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman dikonsumsi.
“BPOM hadir membantu pelaku usaha memahami cara memproduksi pangan yang aman sehingga makanan yang dikonsumsi masyarakat bebas dari kontaminasi mikroorganisme dan tidak menimbulkan keracunan pangan. Tanggung jawab kami adalah memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia aman,” tegasnya.

Komitmen tersebut tercermin dari berbagai capaian pembinaan BPOM. Sepanjang periode 2022–2026, sebanyak 4.165 UMK pangan olahan telah memperoleh pendampingan intensif untuk memenuhi persyaratan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE). Selain itu, program edukasi melalui Webinar Dapoer Kita telah menjangkau lebih dari 40.425 pelaku UMK, sementara kebijakan tarif Rp0 untuk penerapan CPPOB semakin memudahkan UMK memperoleh legalitas usaha.

Pada kesempatan tersebut, BPOM dan Kementerian UMKM juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan sinergi dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMK. Momentum itu turut ditandai dengan penyerahan Nomor Izin Edar (NIE) secara serentak kepada pelaku UMK di 12 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM sebagai upaya mempercepat legalitas produk pangan olahan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi inisiatif BPOM yang dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Perlindungan masyarakat dari risiko kesehatan merupakan kewajiban negara. Namun di sisi lain, kemudahan, pelayanan, dan perlindungan bagi pelaku UMK juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman yang menegaskan kesiapan dunia usaha untuk terus bersinergi dalam mempercepat peningkatan kapasitas UMK pangan olahan. Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyatakan perguruan tinggi siap mengambil peran melalui riset, inovasi, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan guna memperkuat ekosistem UMK.

Melalui Program SAPA SEMESTA UMK, BPOM berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha semakin kokoh sehingga semakin banyak UMK mampu menghasilkan produk pangan olahan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor UMKM pangan olahan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Reklamasi Pertambangan Tidak Boleh Berhenti pada Formalitas, Saatnya Menjadikan Kepastian Hukum sebagai Fondasi Pemulihan Ekologis
GUNTUR Sultra Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Peran Koperasi dan UMKM Kelola Sektor Strategis
Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah
BNN Kota Depok Libatkan MUI dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Rohmat Rospari: Pencegahan Dimulai dari Keluarga
KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:45 WIB

BPOM Perkuat Ekosistem UMK Pangan Olahan, Taruna Ikrar Luncurkan Program SAPA SEMESTA untuk Tingkatkan Daya Saing

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:08 WIB

Reklamasi Pertambangan Tidak Boleh Berhenti pada Formalitas, Saatnya Menjadikan Kepastian Hukum sebagai Fondasi Pemulihan Ekologis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

GUNTUR Sultra Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Peran Koperasi dan UMKM Kelola Sektor Strategis

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:48 WIB

Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:18 WIB

Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57 WIB

BNN Kota Depok Libatkan MUI dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Rohmat Rospari: Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:37 WIB

KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terbaru