Oleh : Dr. Hariyadi, M. Pd
SiaranIndonesia.com — Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa yang mengedepankan pendidikan, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai penerus semangat perjuangan Jamiat Kheir, pemerhati dunia pendidikan, Dr. Hariyadi, M.Pd menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa saat ini yang dinilai mulai menjauh dari cita-cita luhur para tokoh kebangkitan nasional.

Menurutnya, banyak tokoh bangsa terdahulu membangun negeri dengan ilmu pengetahuan, akhlak, serta pengorbanan besar demi kepentingan rakyat dan kemajuan pendidikan. Semangat itu, kata beliau, perlu dihidupkan kembali di tengah tantangan zaman modern yang semakin kompleks.
“Para pendiri bangsa dahulu berjuang bukan untuk memperkaya diri dan keluarga, tetapi untuk membangun peradaban, mencerdaskan masyarakat, dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai generasi muda saat ini perlu dibangun menjadi generasi yang kritis, logis, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang mengejar jabatan atau kepentingan pribadi, tetapi harus mampu melahirkan manusia yang memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.
Tokoh-tokoh kebangkitan nasional seperti KH Ahmad Dahlan, Syekh Ahmad Surkati, hingga para pelopor Jamiat Kheir dinilai telah memberikan teladan nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari pendidikan dan pembinaan karakter masyarakat.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak figur teladan yang mampu memimpin dengan ilmu, etika, dan keberpihakan kepada rakyat. Pendidikan harus menjadi alat pembebasan dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh lembaga pendidikan, kampus, sekolah, pesantren, dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya berpikir kritis dan rasional demi kemajuan Indonesia di masa depan.
Menurutnya, kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa hanya dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki orientasi pengabdian, bukan sekadar kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Sudah saatnya generasi bangsa kembali menghidupkan semangat kebangkitan nasional dengan menjadikan ilmu pengetahuan, akhlak, dan kepedulian sosial sebagai fondasi utama membangun Indonesia yang adil, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.
























