Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

- Editor

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dr. Hariyadi, M. Pd

SiaranIndonesia.com — Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa yang mengedepankan pendidikan, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai penerus semangat perjuangan Jamiat Kheir, pemerhati dunia pendidikan, Dr. Hariyadi, M.Pd menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa saat ini yang dinilai mulai menjauh dari cita-cita luhur para tokoh kebangkitan nasional.

Menurutnya, banyak tokoh bangsa terdahulu membangun negeri dengan ilmu pengetahuan, akhlak, serta pengorbanan besar demi kepentingan rakyat dan kemajuan pendidikan. Semangat itu, kata beliau, perlu dihidupkan kembali di tengah tantangan zaman modern yang semakin kompleks.

“Para pendiri bangsa dahulu berjuang bukan untuk memperkaya diri dan keluarga, tetapi untuk membangun peradaban, mencerdaskan masyarakat, dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai generasi muda saat ini perlu dibangun menjadi generasi yang kritis, logis, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang mengejar jabatan atau kepentingan pribadi, tetapi harus mampu melahirkan manusia yang memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional seperti KH Ahmad Dahlan, Syekh Ahmad Surkati, hingga para pelopor Jamiat Kheir dinilai telah memberikan teladan nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari pendidikan dan pembinaan karakter masyarakat.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak figur teladan yang mampu memimpin dengan ilmu, etika, dan keberpihakan kepada rakyat. Pendidikan harus menjadi alat pembebasan dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh lembaga pendidikan, kampus, sekolah, pesantren, dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya berpikir kritis dan rasional demi kemajuan Indonesia di masa depan.

Menurutnya, kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa hanya dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki orientasi pengabdian, bukan sekadar kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Sudah saatnya generasi bangsa kembali menghidupkan semangat kebangkitan nasional dengan menjadikan ilmu pengetahuan, akhlak, dan kepedulian sosial sebagai fondasi utama membangun Indonesia yang adil, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

BPOM Siapkan Indonesia Jadi Hub Terapi Stem Cell Asia Pasifik, Perkuat Regulasi dan Ekosistem Inovasi
KuduSS Ramah Depok Tegas Menolak LGBT: Menjaga Moral Kota Religi dari Opini Sesat
RUPS PLN EG: Komut Saiful Chaniago Dorong Manajemen Tingkatkan Kinerja 
ASPHURINDO Soroti Usulan Kenaikan Setoran Awal Haji, Minta BPKH Dikembalikan ke Kementerian Haji
Kuota Perempuan Bukan Sekedar Angka
Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik 82,4 Persen, Puspoll Indonesia: Momentum Perkuat Reformasi Pelayanan dan Presisi
Presiden Prabowo, Dari Pinggiran Menuju Pusat Kemajuan: Program Unggulan Pemerataan Koperasi Desa Merah Putih Memutus Rantai Ketimpangan Perputaran Ekonomi Kota dan Desa
QURANIC HOLIDAY CAMP 2026 : Liburan 3 Hari 2 Malam yang Mental Pemimpin, Berjiwa Qur’ani dan Berkarakter kuat

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:21 WIB

Presiden Prabowo, Dari Pinggiran Menuju Pusat Kemajuan: Program Unggulan Pemerataan Koperasi Desa Merah Putih Memutus Rantai Ketimpangan Perputaran Ekonomi Kota dan Desa

Senin, 29 Juni 2026 - 05:18 WIB

Presiden Prabowo, Dari Pinggiran Menuju Pusat Prestasi: Program Unggulan Pemerataan Sekolah Rakyat Memutus Rantai Ketimpangan Pendidikan Berkualitas antara Kota dan Desa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:00 WIB

Ciri Khas Pesantren Cabul Telah Lama Dibongkar di Novel Metamorfosis Cinta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:47 WIB

Ekspor SDA Satu Pintu: Membaca Kebijakan Prabowo melalui Teori Realitas Terintegrasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:52 WIB

Stabilitas dan Ujian Legitimasi Pemerintahan Prabowo Subianto

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:45 WIB

Hardiknas 2026: Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan, Mengingat Peran Jamiat Kheir dalam Sejarah Bangsa

Kamis, 30 April 2026 - 15:32 WIB

Realitas yang Bernapas: Sebuah Pengantar untuk Memahami Teori Realitas Terintegrasi

Berita Terbaru