Rumah Sakit di Gaza Tak Berfungsi, Korban Perang Dilarikan ke Jordania

- Editor

Rabu, 17 Juli 2024 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi bantuan makanan untuk pengungsi Palestina di Jordania.

Distribusi bantuan makanan untuk pengungsi Palestina di Jordania.

Jordania, Siaran Indonesia – Relawan dari Indonesia Eko Sulistio yang saat ini berada di Jordania mengungkapkan, fasilitas kesehatan di Gaza kini sudah tidak ada lagi yang berfungsi lantaran dihancurkan oleh Zionis Israel. Akibatnya banyak korban perang dilarikan ke Jordania.

“Saat ini banyak warga Palestina harus dilarikan ke Jordania untuk mendapat perawatan medis karena fasilitas kesehatan di Gaza sudah tidak berfungsi dirusak oleh Zionis Israel,” ujar Eko dalam keterangan resminya, Rabu (17/7).

Baca juga: Relawan Eko Sulistio Kirim Bantuan 700 Hewan Kurban untuk Pengungsi Somalia

Baca juga: Eko Sulistio Gabung dengan Relawan Internasional Bantu Bencana Kelaparan Afrika

Eko menyebut Jordania saat ini menjadi satu-satunya negara yang menjadi pintu masuk untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina. Pasalnya pintu-pintu perbatasan lain, seperti di Rafah, Mesir saat ini sudah ditutup oleh tentara Israel.

Ia mengungkapkan, bantuan kemanusiaan terpusat menjadi dua, yakni untuk para pengungsi Palestina yang berada di Jordania, dan untuk warga Gaza yang didistribusikan melalui jalur darat, melalui Jordania.

Bantuan ke Gaza Palestina disebut melalui pintu perbatasan King Hussein Bridge di Perbatasan Tepi Barat WestBank, Jordania dengan Palestina lalu menuju Kareem Shalom untuk selanjutnya menuju Gaza Palestina. “Untuk bisa sampai sana sangatlah tidak mudah, karena mendapat penjagaan super ketat,” ujar Eko yang saat ini berada di Jordania.

Baca juga: Ada 4,5 Juta Pengungsi Palestina di Jordania, Relawan Indonesia Gencar Kirim Bantuan

Dengan keterbatasan jangkauan dan resiko keamanan yang dihadapi, Eko sampai saat ini masih fokus untuk mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi Palestina di Jordania. Perangan yang belum usai, menyebabkan semakin banyak pengungsi Palestina di Jordania. Bahkan negara ini menjadi tempat paling banyak menampung pengungsi Palestina.

“Saat tidak ada lagi fasilitas kesehatan yang berfungsi di Gaza, puluhan ribu orang kehilangan nyawa dan terluka, rumah-rumah hancur, mereka harus segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan Jordania menjadi tempat berlindung warga Palestina dari kekejaman zionis Israel yang terus melancarkan serangan, membunuh warga sipil yang tak berdosa,” ucapnya.

Eko khawatir gelombang pengungsi akan semakin banyak mengingat peperangan belum juga usai. Banyak warga Palestina yang mendapat perawatan medis di Jordania. Ia pun merasa bantuan yang diberikan tidak sebanding dengan jumlah pengungsi yang begitu banyak.

“Alhamdulillah kita bersyukur disaat bantuan kemanusiaan Internasional yang dikelola UNRWA dihentikan, kita dari Indonesia sampai saat ini masih bisa memberikan bantuan untuk warga Palestina melalui Yayasan Islamadina Bayana dan Laznas Bakrie Amanah, serta bantuan yang bersifat pribadi,” ujarnya.

Di Jordania, Eko fokus mendistribusikan bantuan di sejumlah kamp pengungsian, yakni di Kamp pengungsian Palestina di Muqobalyn, Irbid, Mahatoh dan Kamp Sukhnah Zarqo. Di sana terdapat ribuan warga Palestina yang mengungsi dan membutuhkan banyak pertolongan.

Adapun bantuan yang diberikan yakni, tepung terigu 24 ton, beras 10 ton, gula 7 ton, susu bubuk 2 ton, garam 2 ton, kacang-kacangan 12 ton, daging kaleng 2800 kaleng, ikan tuna 1500 kaleng, 1000 paket makanan siap saji, 5000 paket makanan anak dan balita, 500 paket mainan anak, dan bantuan tunai.

“Proses pendistribusian dilaksanakan bulan Juli ini selama satu bulan,” tuturnya

Komentar Facebook

Berita Terkait

Kemitraan Indonesia dan Australia: Sinergi Energi menuju Masa Depan Lestari
Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump
Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior
Situs Iran, IRNA Down
Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika
Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik
Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru