Siaranindonesia.com, JAKARTA – Di tengah lalu lalang pengunjung pameran Food Transport & Logistic Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, sebuah truk putih tampak menyedot perhatian. Di lambungnya tertera logo B-LOG, sementara di balik kokohnya karoseri pendingin Canter FE 71L itu, tersimpan cerita tentang bagaimana industri pangan Indonesia menjaga mutu produknya agar tetap segar—sejak keluar dari gudang hingga mendarat di meja konsumen.
Bagi bisnis food and beverage (F&B) dan logistik bahan segar, perbedaan suhu satu derajat saja bisa memicu bencana. Makanan rusak, kualitas turun, dan konsumen kecewa. Memahami risiko besar tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi Mitsubishi Fuso tak sekadar menjual unit armada, melainkan menyodorkan ekosistem rantai dingin (cold chain) yang terintegrasi penuh.
Teknologi IoT di Balik Kemudi
Kunci efisiensi yang ditawarkan Fuso terletak pada perpaduan ketangguhan fisik dan digitalisasi. Canter FE 71L yang kompak namun bervolume muat luas sengaja dirancang menembus pekatnya lalu lintas perkotaan. Namun, bintang utamanya adalah fitur cerdas yang menyertainya: Runner Telematics Cold Chain Package.
Sistem berbasis internet of things (IoT) ini dibekali dua sensor krusial. Sensor pertama terus-menerus memantau suhu bodi kargo secara real-time dan siap memicu alarm peringatan jika suhu melonjak di luar batas aman. Sensor kedua memonitor pintu kargo—memastikan durasi buka-tutup tak berlebihan yang berisiko membuat udara dingin lolos.
“Bagi industri pangan, ketepatan temperatur dan waktu pengiriman adalah penentu kualitas produk hingga sampai tujuan,” ujar Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB, Rabu (4/11/2026). Lewat integrasi data digital ini, pengusaha logistik dapat mengontrol kondisi muatan dari jarak jauh tanpa menerka-nerka.
Mitra Raksasa Logistik
Keandalan sistem ini bukan sekadar teori di atas kertas. PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-LOG), raksasa logistik B2B yang mengoperasikan lebih dari 3.500 armada di 50 kota Indonesia, telah membuktikannya di lapangan.
Menjaga distribusi produk segar ke jutaan gerai dan retail membutuhkan kepastian tinggi. Gerry Ardian, Chief Innovation Officer B-LOG, menegaskan bahwa konsistensi suhu adalah harga mati. “Untuk mendukung kebutuhan tersebut, kami membutuhkan armada operasional yang andal dan adaptif. Untuk itu kami mempercayakan Mitsubishi Fuso sebagai bagian dari armada operasional cold chain B-LOG,” tuturnya.
Zero Down Time dan Layanan Satu Atap
Distribusi pangan tidak mengenal kata libur. Menjawab tantangan operasional tersebut, Fuso memperkuat dukungannya lewat pilar Zero Down Time. Jaringan 225 dealer resmi, Bengkel 24 Jam Non-Stop, hingga layanan Mobile Workshop Service disiapkan agar armada konsumen selalu siap tempur di jalanan.
Tak berhenti di situ, khusus pengusaha wilayah JABODETABEK, Fuso menghadirkan inovasi One Stop Service di delapan dealer resmi. Pengusaha tak perlu lagi membuang waktu membawa truk ke tempat terpisah hanya untuk merawat karoseri pendingin. Mesin truk dan unit refrigerator kini bisa dirawat sekaligus di satu lokasi—bahkan lengkap dengan penawaran khusus gratis servis pendingin serta program purnajual FUSO GEBERRR! hingga akhir tahun.
Lewat langkah ini, Mitsubishi Fuso tidak hanya mempertegas posisinya sebagai “Andalan Bisnis Sejati”, tetapi juga menjadi urat nadi yang memastikan pasokan pangan Indonesia tetap dingin, aman, dan segar hingga ke tangan konsumen.
























