Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan harga makanan dan minuman akibat biaya sertifikasi dan kelangkaan bahan baku berisiko menekan daya beli masyarakat desil menengah-bawah yang alokasi belanja pangannya sangat dominan.

Kenaikan harga makanan dan minuman akibat biaya sertifikasi dan kelangkaan bahan baku berisiko menekan daya beli masyarakat desil menengah-bawah yang alokasi belanja pangannya sangat dominan.

SiaranIndonesia.com, JAKARTA — Kebijakan implementasi kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan berlaku mulai 18 Oktober 2026 oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menuai sorotan dari sejumlah ekonom dan peneliti. Kebijakan ini dinilai perlu ditunda dan dievaluasi guna mencegah beban ekonomi baru bagi pelaku usaha maupun masyarakat di tengah kondisi daya beli yang masih lemah.
Rekomendasi tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Sertifikasi Halal dan Label Non Halal: Menambah Nilai atau Beban Baru Ekonomi?” yang diselenggarakan oleh Prasasti, Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Segara Research Institute, dan Katadata di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti masih banyaknya kendala teknis dan regulasi yang belum siap, mulai dari kesiapan dunia usaha, perangkat pelaksana, hingga interpretasi aturan yang rumit.
“Prinsipnya biarkan regulasi sederhana tapi bisa dijalankan dengan sempurna daripada kita memaksakan regulasi yang terkesan sempurna, tapi implementasi ala kadarnya,” ujar Wijayanto. Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk merevisi UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, khususnya Pasal 4, sembari menunda pelaksanaan aturan agar lebih proporsional dan aplikatif.

Risiko Kenaikan Biaya dan Ancaman Dampak Makro

Managing Director PPPI, Muhamad Rosyid Jazuli, mengungkapkan temuan awal riset yang menunjukkan adanya potensi kenaikan biaya penyesuaian (adjustment cost) bagi produsen. Biaya dokumentasi, perubahan proses produksi, hingga penggantian bahan baku berpotensi dialihkan ke harga jual produk.
“Jika biaya tersebut diteruskan ke harga, konsumen akan menanggung bebannya. Artinya berpotensi permintaan lemah, margin dan kemampuan investasi produsen yang tertekan,” ungkap Rosyid.
Sementara itu, Ekonom Senior Segara Institute, YB. Kadarusman, mengingatkan bahwa pemberlakuan kebijakan pada Oktober 2026 bertepatan dengan ancaman iklim El Niño yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Kombinasi biaya sertifikasi dan kelangkaan bahan baku dinilai berisiko menekan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sektor makanan dan minuman menjadi industri yang paling terdampak langsung.
Meski demikian, Kadarusman menekankan bahwa sertifikasi halal jangka panjang dapat menjadi modal untuk mengeskalasi industri pengolahan makanan bernilai tambah tinggi. Oleh karena itu, gradual enforcement (penegakan bertahap) dan mitigasi pasokan bahan baku menjadi kunci utama.
Tantangan Sosialisasi dan Tingkat Pengetahuan Publik
Dari perspektif kepercayaan konsumen, Guru Besar Ekonomi Islam FEB UIN Syarif Hidayatullah, Muhammad Nur Rianto Al Arif, menilai sertifikasi halal seharusnya diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan pasar, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Namun, pendekatan yang diterapkan pemerintah harus tetap proporsional dan mempertimbangkan kapasitas pelaku usaha.
Di sisi lain, tingkat pemahaman masyarakat mengenai kebijakan ini ternyata masih tergolong rendah. Deputy Head of Katadata Insight Center (KIC), Satria Triputra Wisnumurti, memaparkan hasil survei daring KIC (7–12 Oktober 2026, 1.000 responden di 37 provinsi) yang menunjukkan hanya 35,8% responden yang mengetahui kepastian penerapan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026. Sebanyak 41,3% responden belum mengetahui aturan tersebut, dan sisanya ragu-ragu.
Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan informasi yang cukup mendasar di tengah publik menjelang tenggat waktu implementasi.
Komentar Facebook

Berita Terkait

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027
Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati
Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:58 WIB

SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:54 WIB

PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:49 WIB

TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI-Polri di Istana Kepresidenan Untuk Beri Taklimat Penting

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Komitmen Sosial Berkelanjutan, BLES Salurkan Bantuan Bata Ringan untuk Pembangunan Masjid dan Asrama Yatim di Banjarnegara

Berita Terbaru