Dilengkapi IPAL Sejak Awal Operasional, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari Perhatikan Pengelolaan Limbah

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Kebersihan dapur, keamanan pangan, serta pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal tersebut menjadi perhatian SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari yang dikelola Yayasan Assidiqiyah Kebumen dan berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen.

Sejak awal operasional, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari telah dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur.

Perwakilan Yayasan Assidiqiyah Kebumen, Taufik, menjelaskan bahwa IPAL tersebut memiliki beberapa tahapan pengolahan, mulai dari pemisahan lemak dan minyak hingga proses penyaringan sebelum air limbah dialirkan keluar.

“Sejak awal dapur beroperasi, IPAL sudah disiapkan sebagai bagian dari pengelolaan air limbah. Di dalamnya ada beberapa tahapan, mulai dari pemisahan lemak dan minyak, proses penguraian, sampai penyaringan,” jelas Taufik.

Menurutnya, pengelolaan IPAL dapur dicek secara berkala oleh petugas setiap hari. Sampah padat diangkut pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, untuk menjaga kebersihan area operasional.

“Untuk sampah padat, pengangkutannya dilakukan pada pagi hari agar kebersihan lingkungan dapur tetap terjaga,” tambahnya.

Perhatikan Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan

Dalam menjalankan kegiatan pengolahan makanan, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen yang diterbitkan pada 14 Oktober 2025.

Selain itu, para penjamah makanan di SPPG Wonosari yang dikelola Yayasan Assidiqiyah Kebumen telah mengikuti pelatihan higiene sanitasi pada 2 Oktober 2025. Pelatihan tersebut berkaitan dengan pentingnya menjaga kebersihan diri, peralatan, bahan pangan, serta lingkungan selama proses penyiapan makanan.

Hasil pemeriksaan higiene sanitasi sebelumnya memperoleh nilai 82 dengan kesimpulan “Memenuhi Syarat”. Hal ini menjadi bagian dari penerapan standar kebersihan dan sanitasi dalam kegiatan operasional dapur.

“Kebersihan menjadi bagian penting dalam kegiatan dapur. Karena itu, kebersihan lingkungan, peralatan, dan proses pengolahan makanan perlu terus diperhatikan dalam kegiatan sehari-hari,” ujar Taufik.

Sumber: Istimewa

Hasil Pengujian Air Bersih Memenuhi Persyaratan Mikrobiologi

Perhatian terhadap keamanan pangan juga mencakup kualitas air bersih yang digunakan dalam kegiatan dapur. Sampel air dari titik SPPG ini telah menjalani pengujian di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Kebumen pada Mei 2026.

Hasil pengujian menunjukkan angka total coliform sebesar 0 CFU/100 ml dan Escherichia coli (E. coli) sebesar 0 CFU/100 ml. Kedua parameter mikrobiologi tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan yang digunakan dalam pengujian.

Pengelolaan Limbah Menjadi Bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan

Selain memperhatikan kebersihan dapur dan air bersih, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari juga rutin melakukan pengujian kualitas air limbah melalui UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten Kebumen dalam jangka waktu maksimal enam bulan sekali.

Sampel air limbah terakhir diambil dari IPAL pada 20 Juli 2026, kemudian menjalani pengujian hingga laporan diterbitkan pada 6 Agustus 2026. Pengujian tersebut mencakup sejumlah parameter, antara lain padatan tersuspensi, kebutuhan oksigen untuk penguraian bahan pencemar organik, minyak dan lemak, amonia, serta parameter mikrobiologi.

Taufik menyampaikan bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian dari tanggung jawab operasional yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“IPAL dan pemantauan lingkungan menjadi bagian dari upaya kami untuk menjalankan operasional dapur dengan memperhatikan kebersihan serta lingkungan di sekitar,” katanya.

Yayasan Terbuka Terhadap Masukan Masyarakat

Yayasan Assidiqiyah Kebumen menempatkan kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian penting dalam menjalankan operasional SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan yang baik sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

Taufik menegaskan bahwa pihak yayasan terbuka terhadap saran dan masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dapur.

“Kami dari Yayasan Assidiqiyah Kebumen terbuka terhadap saran dan masukan dari masyarakat,” pungkas Taufik.

Melalui perhatian terhadap kebersihan dapur, pengelolaan limbah, pemantauan berkala, serta keterbukaan terhadap masukan masyarakat, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari di Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru