UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2

- Editor

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, SiaranIndonesia.com – Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Halu Oleo (UHO), menggelar Live Class Komunikasi Politik Vol. 2 dengan menggandeng Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI), Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Mengawal Pemilu 2029 di Era AI: Pengarusutamaan Etika Komunikasi Politik Digital dan Etika Penyelenggara untuk Demokrasi Berintegritas” tersebut dipandu Selviani, mahasiswa Prodi Jurnalistik.

Tenaga Ahli DKPP RI, Teten Jamaludin, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi penyelenggara pemilu di era kecerdasan buatan (AI).

Menurut Teten, tantangan tersebut antara lain penggunaan deepfake yang menyasar penyelenggara pemilu serta AI bot yang memproduksi dan menyebarkan narasi bohong. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap integritas penyelenggara pemilu, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Selain itu, penggunaan AI yang tidak dilandasi etika juga berpotensi digunakan untuk memproduksi bukti palsu dalam persidangan etik. Hal tersebut dapat menambah kompleksitas proses forensik digital dalam pemeriksaan perkara.

Merespons tantangan tersebut, DKPP RI melakukan penguatan kapasitas di bidang forensik digital, serta meningkatkan kapasitas majelis dan Tim Pemeriksa Daerah.

“Kami juga memperkuat keamanan pangkalan data aduan dan melakukan pembaruan juknis pembuktian,” jelas Teten.

Tantangan AI dalam kepemiluan tersebut turut dibahas akademisi komunikasi politik FISIP UHO, Irmawanti. Dalam kegiatan tersebut, Irmawanti menjelaskan bahwa masyarakat semakin dekat dengan teknologi AI. Perkembangan produksi konten berbasis AI juga mulai berkaitan dengan ekonomi perhatian, ketika perhatian publik menjadi bagian penting dalam ekosistem produksi dan distribusi konten digital.

“Pada dasarnya, AI deepfake merupakan teknologi yang netral, namun hal itu berubah sesuai dengan tujuan dari penggunanya. Di Indonesia, saat ini sudah mulai banyak produksi konten sintesis tersebut dan terus meningkat jumlahnya, termasuk di kalangan mahasiswa,” jelasnya.

Irmawanti juga menyoroti penggunaan AI deepfake untuk produksi konten asusila sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perkembangan teknologi tersebut.

Ia menegaskan mahasiswa memiliki peran dalam meningkatkan literasi AI di masyarakat, termasuk dalam konteks kepemiluan. Menurutnya, literasi tersebut penting terutama bagi pemilih pemula yang akan terlibat dalam proses demokrasi.

Hal tersebut, lanjutnya, dilakukan melalui kegiatan literasi AI kepemiluan yang melibatkan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Jurnalistik FISIP UHO dengan menyasar siswa sekolah menengah atas sebagai pemilih pemula.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan
Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB