SUKABUMI, SiaranIndonesia.com — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mendorong penguatan kolaborasi Academia, Business, and Government (ABG) untuk mengembangkan industri probiotik sekaligus memperkuat ekosistem keamanan pangan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat melakukan kunjungan ke PT Yakult Indonesia Persada, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi BPOM terhadap industri, sekaligus momentum memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha dan masyarakat dalam mewujudkan keamanan pangan.
Menurut Taruna, kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah menjadi penting untuk memastikan hasil riset dapat dihilirisasi oleh industri sehingga menghasilkan inovasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kolaborasi ABG diperlukan untuk membangun ekosistem keamanan pangan sekaligus mendorong inovasi dan pertumbuhan industri pangan di Indonesia,” ujar Taruna.
Dalam kunjungan tersebut, unsur academia diwakili mahasiswa Universitas Djuanda Bogor, unsur business diwakili Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada Toshiyuki Iwamoto beserta jajaran, sedangkan unsur government diwakili Kepala BPOM beserta jajaran.
Taruna juga mendorong PT Yakult Indonesia Persada untuk terus memperluas pasar di Indonesia.
Menurutnya, peluang pengembangan industri probiotik nasional masih sangat besar seiring meningkatnya permintaan pasar global dan domestik. Pasar probiotik global diproyeksikan mencapai USD139,11 miliar pada 2031. Sementara pasar probiotik Indonesia diperkirakan meningkat dari USD1,88 miliar pada 2025 menjadi USD4,68 miliar pada 2033.
“Ekspansi pasar PT Yakult Indonesia Persada di Indonesia baru 3 persen. Ini peluang yang perlu terus dikembangkan. Bagaimana cara meningkatkannya? Salah satunya dengan konsep ABG,” kata Taruna.
*Perkuat Standar Keamanan Pangan*
Selain mendorong pengembangan industri, kunjungan BPOM juga diarahkan untuk memastikan penerapan sistem keamanan dan mutu pangan berjalan secara konsisten di lingkungan perusahaan.
“Kehadiran saya merupakan bagian dari pengawasan terhadap industri yang dilakukan melalui proses monitoring, controlling, dan evaluating untuk memastikan seluruh manajemen keamanan pangan di perusahaan berjalan dengan baik,” jelas Taruna.
Taruna mengapresiasi komitmen PT Yakult Indonesia Persada dalam menerapkan standar keamanan dan mutu pangan. Selain memenuhi ketentuan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB), perusahaan tersebut secara sukarela menerapkan standar jaminan keamanan dan mutu pangan yang lebih tinggi melalui Program Manajemen Risiko (PMR).
PT Yakult Indonesia Persada telah memperoleh Izin Penerapan Program Manajemen Risiko (IP PMR) Proaktif. Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menyerahkan Sertifikat IP PMR kepada Direktur Pabrik PT Yakult Indonesia Persada Yoshiharu Suzuki.
Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada Toshiyuki Iwamoto mengatakan sertifikat tersebut menjadi pencapaian penting sekaligus bukti komitmen perusahaan dalam menjaga konsistensi keamanan produk.
“Kami akan terus berupaya mencapai kualitas keamanan pangan yang lebih tinggi lagi,” ujar Toshiyuki.
Ia juga berharap fasilitas perusahaan tidak hanya menjadi sarana produksi, tetapi dapat berkembang sebagai pusat edukasi bagi masyarakat mengenai probiotik dan keamanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Shirota Room dan Probiotic Room oleh Kepala BPOM.
Kedua ruangan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai probiotik dan keamanan pangan bagi stakeholder maupun masyarakat yang berkunjung ke fasilitas PT Yakult Indonesia Persada.
*Yakult Lady Jadi Ujung Tombak Literasi*
Kolaborasi BPOM dan PT Yakult Indonesia Persada juga diperkuat melalui pemberdayaan Yakult Lady sebagai ujung tombak edukasi keamanan pangan kepada masyarakat.
Lebih dari 1.200 Yakult Lady tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain memasarkan produk, mereka juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berperan dalam menyampaikan literasi keamanan pangan, khususnya prinsip Cek KLIK yang meliputi Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, sebanyak 46 Kader Keamanan Pangan dari unsur Yakult Lady dan trainer Training of Trainer (ToT) telah memperoleh pelatihan penyuluhan keamanan pangan dari BPOM. Mereka menjadi bagian dari jejaring 2.592 Kader Keamanan Pangan BPOM yang telah dibentuk di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memadukan keahlian ilmu keamanan pangan yang dimiliki BPOM dengan peran Yakult Lady untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat,” kata Toshiyuki.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPOM menyerahkan Sertifikat Kader Keamanan Pangan kepada perwakilan 46 kader yang telah mengikuti pelatihan. Sementara itu, Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada menyerahkan Sertifikat Duta Keamanan Pangan kepada enam perwakilan Yakult Lady yang telah mengikuti materi Cek KLIK.
Penyerahan sertifikat tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas kader dan Duta Keamanan Pangan dalam memperluas literasi keamanan pangan di tengah masyarakat.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan site visit ke fasilitas produksi dan Exhibition Hall PT Yakult Indonesia Persada. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di halaman perusahaan oleh Kepala BPOM, Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, beserta jajaran. Penanaman pohon juga dilakukan secara simultan di fasilitas produksi PT Yakult Indonesia Persada di Mojokerto. (*)
























