Cahyo Subroto Bagikan Pelajaran dari Kegagalan Awal hingga Pertumbuhan MrScraper

- Editor

Kamis, 3 September 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Sebuah startup pengolah data bernama MrScraper berhasil mencatatkan pendapatan sekitar belasan miliar per tahun, setelah diakuisisi dan dibangun ulang oleh Cahyo Subroto, pendiri agensi technical writing, melalui platform jual-beli bisnis digital Acquire.com. Alih-alih memulai startup dari nol, Cahyo memilih membeli produk data scraping berskala kecil tersebut lalu merombaknya secara total bersama tim engineering yang tersebar di sejumlah negara Asia.

Proses perombakan dilakukan dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga minggu, mencakup perbaikan sistem backend, antarmuka pengguna, hingga proses onboarding. Produk kemudian diluncurkan ulang melalui platform X, Product Hunt, dan sejumlah komunitas startup pada pertengahan proses pengembangan, sebelum akhirnya berhasil menjaring pelanggan berbayar pertamanya.

Meski demikian, perjalanan MrScraper tidak berjalan mulus sejak awal. Peluncuran perdana sempat tidak menghasilkan pendapatan sama sekali, dengan tingkat churn atau kehilangan pelanggan yang tinggi. Menghadapi kondisi tersebut, tim mencoba sejumlah kanal pemasaran, mulai dari media sosial, Reddit, grup Facebook, search engine optimization (SEO), hingga cold outreach.

Salah satu unggahan di Reddit yang ditulis dengan gaya jujur dan sedikit humor tercatat berhasil mendatangkan tambahan pendapatan berulang bagi perusahaan. Namun, pertumbuhan yang lebih signifikan justru datang setelah tim mengubah strategi pemasaran, dari menyasar pengguna secara umum menjadi berfokus pada perusahaan SaaS dan pemasar enterprise yang membutuhkan otomatisasi pengumpulan serta pengolahan data dalam skala besar.

Seiring pendapatan mulai tumbuh, kompleksitas bisnis pun ikut meningkat. Pada fase ini, Cahyo mengakui dua kesalahan yang sempat menghambat perkembangan perusahaan, yakni tidak adanya definisi jelas mengenai Ideal Customer Profile (ICP) serta belum adanya gambaran tegas tentang profil karyawan ideal yang dibutuhkan.

“Kami sempat terlalu ingin melayani semua orang. Begitu kami mempersempit fokus ke pelanggan yang benar-benar punya kebutuhan scraping rutin dan terstruktur, semuanya jadi lebih jelas arahnya,” ujar Cahyo, seperti dikutip dari narasi perjalanan bisnis yang beredar.

Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan memutuskan membangun tim yang terdistribusi di kawasan Asia, ketimbang bersaing langsung dengan perusahaan-perusahaan Silicon Valley dalam merekrut talenta engineer. Strategi ini dinilai lebih realistis dari sisi efisiensi biaya maupun daya saing perekrutan.

Selain aspek sumber daya manusia, kecerdasan buatan (AI) juga diterapkan secara praktis di berbagai lini operasional perusahaan, mulai dari tim marketing, sales, hingga analis data.

“Kami tidak sekadar melatih orang soal teori AI, tapi langsung menunjukkan bagaimana AI bisa menyelesaikan pekerjaan nyata yang berdampak,” kata Cahyo menambahkan.

Dari perjalanan MrScraper, setidaknya terdapat 4 pelajaran utama yang dapat dipetik. Pertama, kesesuaian antara founder dan pasar (founder-market fit) dinilai penting, karena pengalaman teknis dan pengalaman menjalankan agensi mempercepat proses eksekusi perubahan. Kedua, bisnis SaaS berpotensi tumbuh lambat sebelum menemukan product-market fit, namun dapat melesat cepat begitu elemen-elemen yang tepat saling bertemu.
Ketiga, fokus pada leverage dinilai lebih penting dibandingkan sekadar mengejar kebisingan pemasaran, di mana outreach yang tertarget dan traffic pencarian organik terbukti lebih bernilai dibanding viralitas semata. Keempat, kejelasan mengenai profil pelanggan yang ingin dilayani serta profil sumber daya manusia yang tepat menjadi kunci keberlanjutan bisnis.

Kisah MrScraper menjadi salah satu contoh bahwa peluang bisnis besar tidak selalu lahir dari gagasan yang diciptakan dari nol, melainkan dapat pula muncul dari kejelian melihat aset yang sudah ada untuk kemudian dieksekusi secara tepat.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu
Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB