Koalisi Permanen, Stabilitas Politik, dan Tantangan Pertumbuhan 8 Persen

- Editor

Senin, 19 Januari 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengelola Risiko: Stabilitas Tanpa Stagnasi

Stabilitas politik bukan tanpa risiko. Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa koalisi jangka panjang perlu dilengkapi mekanisme pengawasan, evaluasi berkala, dan ruang koreksi. Tanpa itu, stabilitas dapat berubah menjadi stagnasi.

Untuk konteks Indonesia, desain institusional menjadi kunci: evaluasi kebijakan berkala, indikator kinerja yang transparan, serta partisipasi publik yang bermakna perlu menjadi bagian dari arsitektur koalisi yang stabil.

Penutup

Data mutakhir menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di jalur pertumbuhan moderat sekitar 5 persen—cukup untuk menjaga stabilitas, tetapi belum cukup untuk transformasi. Target 8 persen memang ambisius, tetapi bukan mustahil jika didukung stabilitas kebijakan, reformasi struktural, dan peningkatan produktivitas yang konsisten.

Pertanyaan kuncinya bukan lagi apakah 8 persen mungkin secara teoritis, melainkan apakah elite politik Indonesia mampu membangun konsensus jangka panjang untuk mencapainya. Pilihannya jelas: membangun institusi politik yang mampu menjaga konsistensi kebijakan selama 15–20 tahun ke depan, atau menerima pertumbuhan moderat yang aman tetapi tidak transformatif.

Sejarah menunjukkan, negara yang berhasil melompat jauh bukan yang paling demokratis atau paling otoriter, melainkan yang mampu mengelola stabilitas dan perubahan secara seimbang. Indonesia kini berada pada momen untuk menentukan jalan tersebut.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Luka, Kekuasaan, dan Warisan Khamenei Dalam Membaca Dunia Hari Ini
Dari Polemik ke Pemahaman: Zakat dan Lumbung Ekonomi Umat
Menggugat “Reciprocity”: Menjaga Nafas UMKM di Tengah Hegemoni Perjanjian Dagang AS-RI 2026
Puasa, Tirakat, dan Disiplin Elite: Jalan Sunyi Menuju Indonesia Maju
Smelter Menyala, Rakyat Terabaikan
Refleksi Nishfu Sya’ban, dari Ramainya Malam Menuju Ramainya Ketaatan Harian
Pemimpin Daerah adalah Penjaga Harapan Rakyat
Baterai Karawang: Fondasi Kedaulatan Energi Nasional

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:30 WIB

Pelayanan Samsat Jakarta Timur Makin Prima, Warga Apresiasi Kemudahan dan Kecepatan

Jumat, 24 April 2026 - 19:38 WIB

Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”

Jumat, 24 April 2026 - 17:11 WIB

Penertiban Parkir Liar Lebak Bulus Diperkuat, Wagub Rano Karno Turun Tangan

Rabu, 22 April 2026 - 21:01 WIB

Tragedi Berdarah di Puncak, Alus UK Murib Apresiasi Langkah Bupati dan Ketua DPRK Puncak ke Kementerian HAM

Rabu, 22 April 2026 - 20:53 WIB

Puspoll Indonesia: Ambang Batas Parlemen Harus Jaga Stabilitas Tanpa Mengorbankan Suara Rakyat

Rabu, 22 April 2026 - 20:48 WIB

Di hadapan Akademika NUS, Taruna Ikrar Sampaikan BPOM Naik Kelas WLA

Rabu, 22 April 2026 - 19:34 WIB

Kolaborasi Internasional Kembangkan Silvofishery di Brebes, Perkuat Ekonomi Biru Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 17:26 WIB

IKAHI Gelar Seminar Nasional HUT ke-73, Bahas Implementasi Pidana Non-Penjara

Berita Terbaru