Kebumen, Siaran Indonesia – Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Sruweng bersama para mitra mengikuti rapat koordinasi penanganan limbah dapur yang digelar di Puskesmas Sruweng.
Rapat ini turut dihadiri oleh Camat Sruweng, perwakilan Koramil dan Polsek, serta Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah dapur.
Kehadiran Kepala SPPG dan mitra menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan dapur yang bersih dan sehat, terutama dalam penanganan limbah yang kerap menjadi persoalan di lapangan.
Koordinator Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), Wilayah Sruweng, Wiji Ayungningtyas, menyampaikan bahwa limbah masih menjadi tantangan dalam operasional SPPG.
“Seringkali limbah menjadi persoalan dalam setiap SPPG. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, maka koordinasi ini penting dilakukan,” ujarnya, Senin (27/5/26).
Dalam rapat tersebut dibahas pentingnya pengolahan limbah, khususnya limbah cair MBG, agar tidak mencemari lingkungan seperti persawahan, badan air, maupun sumber air masyarakat.
Selain itu, peserta rapat juga membahas solusi terkait instalasi pembuangan limbah yang sesuai standar. Limbah air dari dapur diharuskan melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.
Setiap dapur SPPG juga diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun sesuai standar. Apabila ditemukan kebocoran pada sistem pembuangan, maka harus segera diperbaiki sesuai ketentuan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan berbagai kekurangan dalam pengelolaan limbah dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki, sehingga program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. (En)
























