Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”

- Editor

Jumat, 24 April 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com — Ketua Umum Santri Mengabdi, Gus Wahyu NH Aly, menilai penggunaan istilah mubah lebih tepat dibanding halal dalam menyebut permainan domino, karena dinilai lebih presisi secara fikih sekaligus lebih jernih dalam komunikasi sosial di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Gus Wahyu menyampaikan bahwa istilah halal merupakan payung hukum yang luas, sedangkan mubah lebih spesifik untuk menunjukkan sesuatu yang boleh dilakukan sepanjang tidak mengandung unsur yang dilarang syariat.

“Secara fikih, domino lebih tepat disebut mubah, bukan halal. Karena halal itu payung besar, sementara mubah lebih presisi dalam menjelaskan kebolehan yang memiliki batas dan syarat,” ujar Gus Wahyu keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/04/2016).

Ia menilai penggunaan istilah halal dalam isu permainan berpotensi memunculkan beragam tafsir di ruang publik, bahkan membuka perdebatan sosial yang sebenarnya bisa dihindari jika memakai istilah yang lebih tepat.

Menurutnya, menyebut domino sebagai mubah bukan sekadar soal diksi, tetapi juga bagian dari menjaga ketepatan terminologi hukum Islam dan menghindari kesalahpahaman bahwa semua bentuk permainan domino otomatis mendapat legitimasi tanpa batas.

“Dengan istilah mubah, masyarakat memahami bahwa kebolehannya bersyarat—selama tidak mengandung judi, tidak melalaikan kewajiban, dan tidak membawa mudarat,” katanya.

Gus Wahyu menambahkan, pendekatan tersebut juga merupakan bentuk penghargaan terhadap disiplin ilmu fikih sekaligus penghormatan terhadap istilah yang hidup dan dipahami masyarakat.

“Sederhananya, kita menghargai istilah fikih sekaligus istilah yang hidup di masyarakat, agar pesan keagamaan tetap akurat namun mudah dipahami,” ujarnya.

Ia berharap diskursus keagamaan, termasuk terkait permainan, tidak berhenti pada dikotomi halal-haram, tetapi juga memperhatikan ketepatan istilah agar tidak menimbulkan salah tafsir di ruang publik, meminimalisir potensi gaduh. Karena, menurutnya, disinilah peran tokoh agama. Ditekankan olehnya, penggunaan istilah mubah justru menghadirkan nuansa hukum yang lebih proporsional, ilmiah, dan sosial.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Segel Mencair, Aturan Mengalah: Kompromi Busuk di Balik Pabrik Ilegal PT IKN Banyumas
Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi Bangun Paulus, Terungkap di Persidangan
Garuda Institute Dukung Penataan BUMN, Dorong Efisiensi dan Manfaat bagi Rakyat
Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia
Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional
Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Segel Mencair, Aturan Mengalah: Kompromi Busuk di Balik Pabrik Ilegal PT IKN Banyumas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi Bangun Paulus, Terungkap di Persidangan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Berita Terbaru

Wisata

Nusa Penida Dorong Longer Stay, PRISM Ekspansi 11 Properti

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:40 WIB