Stabilitas Politik sebagai Variabel Ekonomi
Dalam literatur ekonomi politik modern, stabilitas politik tidak lagi dipahami sebagai isu normatif semata, melainkan sebagai variabel ekonomi yang terukur dampaknya. Ketidakpastian kebijakan memperpanjang sikap wait and see investor, menaikkan biaya modal, dan memperpendek horizon perencanaan usaha.
Berbagai studi empiris internasional menunjukkan bahwa negara dengan stabilitas politik yang lebih tinggi cenderung memiliki efisiensi investasi yang lebih baik dan pertumbuhan yang lebih tinggi. Dalam konteks Indonesia, periode dengan stabilitas politik relatif tinggi pada pertengahan 2000-an hingga awal 2010-an bertepatan dengan pertumbuhan investasi yang lebih kuat. Sebaliknya, pada periode dengan ketegangan politik dan ketidakpastian global yang meningkat, laju investasi cenderung melambat.
Dampak stabilitas juga tercermin pada biaya pembiayaan negara. Ketika persepsi risiko meningkat, spread imbal hasil obligasi dan sukuk Indonesia terhadap surat utang negara maju melebar, menambah beban bunga APBN. Dengan skala utang pemerintah saat ini, perubahan kecil pada biaya modal dapat berdampak signifikan terhadap ruang fiskal.
























