Bupati Kebumen Serahkan Santunan untuk 6 Peserta BPJS Ketenagakerjaan

- Editor

Rabu, 28 Agustus 2024 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Siaran Indonesia – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto telah menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada enam orang ahli waris yang disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan dilakukan pada saat peringatan Hari Jadi Kebumen ke 395 di Alun-alun Pancasila Kebumen.

Bupati waktu itu didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cilacap, Sofia Nur Hidayati dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kebumen, M Chairil Anwar, Rabu (21/8/2024).

Bupati Kabupaten Kebumen, Arif Sugiyanto mengatakan, pihaknya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya para anggota keluarga. Bupati Arif menjelaskan santunan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam menjamin perekonomian masyarakat.

Baca juga: Bupati Arif Sugiyanto: Kebumen Beriman Jangan Hanya Sebatas Slogan

Baca juga: Kemiskinan di Kebumen Turun, Capai 0,63 Persen

“Di antaranya yang menerima ada pegawai Pemadam Kebakaran dan juga perangkat desa, kita pastikan bahwa pemerintah daerah hadir membayarkan untuk BPJS Ketenagakerjaan kita bayarkan, sehingga para perangkat kita bekerja melayani masyarakat tanpa cemas,” katanya.

Bupati menyampaikan bagaimana pentingnya masyarakat pekerja Kabupaten Kebumen untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan diantaranya agar pelayanan kepada masyarakat dapat maksimal.

“Seluruh warga yang bekerja di Kabupaten Kebumen wajib 100% terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Adapun penerima santunan besarannya beragam, disesuaikan dengan premi yang dibayarkan atau masa kerja. Ada yang mencapai Rp93 juta, Rp136 juta, ada pula yang hanya Rp42 juta, Rp70 juta. Tak hanya itu BPJS Ketenagkerjaan juga memberikan beasiswa kepada ahli waris.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kebumen, M Chairil Anwar mengatakan, santunan kepada 6 orang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan ini mulai dari ahli waris peserta Penerima Upah (PU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU).

Peserta penerima santunan tersebut adalah Alm. Agus Septiadi dari Satpol PP Kabupaten Kebumen, Alm. Suparman dari CSR pekerja rentan RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun, Alm. Yakimin dari penderes Agro Berdikari, Alm. Taufik dari BPD Petanahan Kecamatan Petanahan, Alm. Kasmin dari BPD Banyumudal Kecamatan Buayan, dan Alm. Teguh Priyatin dari perangkat Desa Padureso Kecamatan Padureso.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi pekerja pada semua segmen, baik informal atau penerima upah maupun pekerja informal atau mandiri atau bukan penerima upah. Untuk pekerja informal atau mandiri hanya dengan iuran sebesar 16.800 per bulan sudah dapat menjadi peserta.

“Ahli waris mendapatkan manfaat Jaminan Kematian dan beasiswa sampai dengan perguruan tinggi bagi 2 orang anak,” katanya.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cilacap, Sofia Nur Hidayati mengatakan, melalui santunan ini diharapkan dapat meringankan beban ahli waris karena kehilangan tulang punggung keluarganya.

“Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya bermanfaat bagi perkerja, namun juga bagi keluarga pekerja, sesuai dengan misi kami. Dengan covage kepesertaan sebesar 33,89% di Kabupaten Kebumen, kami harap masyarakat pekerja Kabupaten Kebumen dapat semua terlindungi.” jelasnya (Kl)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat
Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending
Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Taruna Ikrar: Pemimpin Masa Depan Polri Harus Mampu Memahami Manusia dan Menguasai Diri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Berita Terbaru

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Mereka menjadi bagian dari 204 lulusan magister dan doktor yang mengikuti wisuda di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).

Nasional

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB