Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

- Editor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kebumen, Rudi M. Maulana, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi bohong atau hoaks yang beredar di media sosial terkait aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI.

Rudi menegaskan, masyarakat perlu membedakan antara aksi penyampaian pendapat dengan informasi-informasi bohong yang mengiringi atau mengatasnamakan aksi tersebut. Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, sedangkan hoaks dan provokasi justru dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh berita hoaks yang mengiringi aksi 27 Agustus. Kita harus bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi atau keresahan,” ujar Rudi.

Ia mengingatkan, salah satu bentuk informasi yang perlu diwaspadai adalah narasi yang menyebut akan terjadi kerusuhan atau kekacauan tanpa didukung sumber informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Rudi, informasi semacam itu dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial, terutama ketika disertai foto atau video yang terlihat meyakinkan. Padahal, belum tentu foto maupun video tersebut merupakan dokumentasi dari peristiwa yang sedang berlangsung.

“Termasuk video atau foto lama yang kemudian diberi narasi seolah-olah itu kejadian terbaru. Masyarakat harus lebih kritis. Jangan hanya melihat videonya, tetapi lihat juga sumbernya, kapan dibuat, dan konteks peristiwanya,” katanya.

Rudi meminta masyarakat tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima melalui WhatsApp, Facebook, TikTok, Instagram maupun platform media sosial lainnya sebelum memastikan kebenarannya.

“Kalau belum jelas kebenarannya, jangan langsung dibagikan. Saring sebelum sharing. Jangan sampai tanpa sadar kita justru ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks dan provokasi,” tegasnya.

Ia menilai, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat memiliki akses yang sangat cepat terhadap berbagai informasi. Namun, kecepatan tersebut juga harus diimbangi dengan kemampuan untuk melakukan verifikasi.

“Di era sekarang, satu informasi bisa menyebar dalam hitungan menit. Karena itu, tanggung jawab kita juga semakin besar. Jangan karena ingin menjadi yang pertama membagikan informasi, kemudian kita mengabaikan kebenarannya,” ujar Rudi.

Rudi juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi berbagai perkembangan terkait aksi tersebut. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi jangan sampai dimanfaatkan melalui informasi palsu untuk memecah masyarakat.

“Masyarakat boleh berbeda pendapat. Masyarakat juga memiliki hak menyampaikan aspirasi. Tetapi mari tetap dilakukan dengan kepala dingin dan jangan mudah dipengaruhi oleh informasi yang belum terbukti benar,” katanya.

Ia berharap masyarakat Kebumen tidak ikut menyebarkan narasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana dan tetap menjadikan informasi yang terverifikasi sebagai rujukan.

“Intinya sederhana, jangan mudah percaya, jangan mudah terpancing, dan jangan mudah menyebarkan. Cek dulu kebenarannya. Mari kita jaga ruang digital tetap sehat dan suasana masyarakat tetap aman serta kondusif,” pungkas Rudi.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah
Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI-Polri di Istana Kepresidenan Untuk Beri Taklimat Penting

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:58 WIB

SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:02 WIB

PRIMAGO CONSULTING GELAR ROADSHOW 2026: Solusi Lengkap Peningkatan Mutu Sekolah & Pesantren!

Berita Terbaru