Kekeringan Melanda Kebumen, Pemkab Siapkan Bantuan 1000 Tangki Air Bersih

- Editor

Senin, 12 Agustus 2024 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman air bersih oleh Pemkab Kebumen.

Pengiriman air bersih oleh Pemkab Kebumen.

Kebumen, Siaran Indonesia – Memasuki musim kemarau berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menyiapkan 1000 tangki berisi air bersih untuk disuplai ke wilayah-wilayah kecamatan yang mengalami kekeringan.

Kepala BPBD Kebumen, Udi Cahyono mengatakan, dalam beberapa minggu ini, pihaknya telah mensuplai air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami kekeringan. Total hingga 11 Agustus 2024, sudah ada 20 tangki air bersih yang disalurkan.

“Di musim kemarau ini, kita menyiapkan 1000 tangki berisi air bersih untuk kita salurkan di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan, dan beberapa sudah kita salurkan,” ujar Udy saat ditemui di kantornya, Senin 12 Agustus 2024.

Baca juga: Pemenang Lomba Desa Berhadiah Mobil Bakal Diumumkan Saat Hari Jadi Kebumen ke 395

Baca juga: Kepesertaan BPJS Kesehatan Hampir Capai 100 Persen, Kebumen Raih UHC Award

Lebih lanjut, Udy menuturkan, dalam satu tangki itu berisi 5000 liter air. Pemerintah telah menganggarkan Rp364 juta untuk penanganan kekeringan pada tahun ini. Pihaknya pun masih membuka bantuan dari luar dalam upaya penanganan kekeringan ini.

“Kenapa? Karena hampir setiap hari selalu ada permintaan pengiriman air bersih ke berbagai wilayah. Jadi kita memang butuh stock banyak air bersih, sehingga kita pun terbuka bila ada bantuan dari luar,” ucapnya.

Udy memperkirakan, permintaan air bersih di masyarakat akan terus bertambah seiring dengan semakin parahnya kondisi kekeringan yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Kebumen. Khususnya di wilayah pegunungan, seperti di Karangsambung, Karanggayam, Alian dan Pejagoan, sebagian Sadang.

Baca juga: Tinjau Pengerjaan Kapal Mendoan, Bupati Kebumen: 20 Agustus Soft Launching

Baca juga: Linmas di Kebumen Bakal Mendapat Jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

“Sebanyak 94 desa di Kebumen dikategorikan rawan kesulitan air bersih saat musim kemarau, dan kita masih membutuhkan lebih banyak lagi stock air bersih untuk masyarakat,” ungkapnya.

Udi Cahyono menambahkan penyebab dari banyak daerah yang mengalami kesulitan air bersih ini karena banyak sumber air kurang terawat atau lokasinya jauh dari pemukiman. Ia pun mengajak kepada masyarakat untuk ikut menjaga sumber mata air

“Jika sumber air di sekitar permukiman dipelihara dengan baik, maka kebutuhan akan pengiriman air bersih dapat diminimalisir,” ujarnya.

Adapun untuk masyarakat yang ingin membutuhkan air bersih bisa langsung menghubungi atau berkoordinasi ke kantor BPBD, selanjutnya tim akan melakukan peninjauan di lapangan untuk pengiriman.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB