Dukungan Darori Antar Haidar Azka Wakili Kebumen di Panggung Budaya Borobudur

- Editor

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Siaran Indonesia – Dalang cilik asal Kabupaten Kebumen, Haidar Azka, akan tampil di Pondok Tingal Borobudur, Magelang, pada 27 Juni 2026 mendatang.

Siswa SMP Negeri 2 Karanganyar tersebut mendapat kepercayaan dari Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Kebumen untuk mewakili daerah dalam pertunjukan wayang di salah satu destinasi wisata budaya ternama di Jawa Tengah.

Menjelang penampilannya, Haidar Azka bersama ayahnya, Mahdi Fathurahman, berkunjung ke kediaman Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Gerindra, Darori Wonodipuro, di Petanahan, Senin (1/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus memohon doa restu.

Dalam kesempatan itu, Darori memberikan dukungan berupa bantuan biaya keberangkatan. Bantuan tersebut sangat berarti mengingat tahun ini tidak tersedia anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk mendukung penampilan Azka di Borobudur.

Darori mengaku bangga dengan semangat generasi muda yang masih mencintai seni tradisi. Menurutnya, keberanian Azka menekuni dunia pedalangan di usia muda patut mendapat apresiasi dan dukungan.

“Wayang merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Saya berharap Azka tetap tekun belajar, terus mengasah kemampuan, dan kelak menjadi dalang yang mampu mengharumkan nama Kebumen,” ujar Darori.

Ia juga mendorong Azka untuk terus memperdalam ilmu pedalangan, termasuk melalui pendidikan khusus apabila memiliki kesempatan di masa mendatang.
Bagi Azka, kesempatan tampil di Borobudur menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia mengaku senang sekaligus termotivasi dengan dukungan yang diberikan Darori Wonodipuro.

“Saya berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Semoga saya bisa memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kebumen,” katanya.

Di balik kemampuannya saat ini, Azka ternyata telah akrab dengan dunia wayang sejak usia sangat belia. Ayahnya, Mahdi Fathurahman, menceritakan bahwa ketertarikan Azka terhadap wayang sudah terlihat sejak masih bayi.

Menurut Mahdi, saat berusia sekitar empat bulan, Azka pernah diajak menonton pertunjukan wayang. Sejak saat itu ia terlihat sangat menikmati suasana pertunjukan dan menunjukkan ketertarikan yang tidak biasa terhadap dunia pewayangan.

Bakat tersebut terus berkembang seiring bertambahnya usia. Didukung lingkungan keluarga yang memiliki kecintaan terhadap seni tradisi, Azka mulai mengenal tokoh-tokoh wayang sejak kecil. Kakeknya juga dikenal sebagai pemain karawitan.

Ketika duduk di kelas IV SD, Azka sudah hafal lebih dari 100 tokoh wayang. Ia kemudian mulai belajar lebih serius dan sempat berguru kepada Mbah Surawan di Gombong. Penampilan perdananya sebagai dalang dilakukan saat masih duduk di bangku kelas V SD.

Kini, di usia 14 tahun, Azka telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan seni budaya. Pada penampilannya di Pondok Tingal Borobudur nanti, ia akan membawakan lakon “Gatotkaca Lahir”.

Pentas tersebut menjadi kesempatan istimewa karena Pondok Tingal Borobudur kerap menjadi panggung bagi dalang-dalang dari daerah yang memiliki tradisi pedalangan kuat seperti Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Selain itu, lokasi tersebut juga banyak dikunjungi wisatawan asing yang ingin mengenal budaya Indonesia.
Melalui penampilan itu, Haidar Azka diharapkan tidak hanya membawa nama Kabupaten Kebumen, tetapi juga ikut memperkenalkan seni wayang kepada generasi muda dan masyarakat dunia.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan
Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat
Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:54 WIB

Legislator Fraksi PAN Dukung RUU Reforma Agraria untuk Keadilan Tanah

Selasa, 8 September 2026 - 09:46 WIB

UP PKB Kedaung Angke Perkuat Pelayanan Prima, Tegas Tolak Pungli

Senin, 7 September 2026 - 18:11 WIB

CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka dalam Dugaan Kasus janggal Rp6,7 Miliar pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 17:47 WIB

Kawal Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader PMII, LBH GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Sabtu, 5 September 2026 - 15:48 WIB

Langkahi Izin PKKPR dan Caplok Lahan 6,5 Hektar, Pabrik Hebel PT IKN Disegel Pemkab Banyumas

Sabtu, 5 September 2026 - 14:48 WIB

Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

Jumat, 4 September 2026 - 22:48 WIB

Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIB

Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4-8 September

Berita Terbaru