Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

- Editor

Sabtu, 5 September 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

SiaranIndonesia.com, Jakarta — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memulai dari nol ketika menghadapi epidemi atau pandemi berikutnya. Kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum krisis terjadi, mulai dari surveilans, identifikasi patogen, riset dan pengembangan vaksin, uji klinik, manufaktur hingga evaluasi dan otorisasi regulatori. Hal itu disampaikan Taruna dalam Table Top Exercise (TTX) “100 Days Mission in Indonesia Project” di JW Marriott, Jakarta kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, CEO Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) Dr. Richard Hatchett, Deputy WHO Representative Dr. Tara Kessaram, serta para pemangku kepentingan bidang kesehatan. Taruna mengatakan pengalaman COVID-19 memberikan pelajaran penting bahwa dalam situasi pandemi setiap hari sangat berarti. Karena itu, pencapaian 100 Days Mission membutuhkan ekosistem yang terhubung dan siap bergerak cepat, mulai dari penemuan patogen hingga tersedianya vaksin bagi masyarakat.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, BPOM mendorong kolaborasi Academia–Business–Government (ABG). Menurut Taruna, kesiapsiagaan berarti jalur regulasi, mekanisme, pengetahuan, sumber daya, dan jejaring sudah tersedia sebelum keadaan darurat terjadi. “Preparedness must start before Day One. Kita tidak boleh baru membangun sistem ketika krisis sudah datang,” tegas Taruna.

BPOM sendiri telah memiliki berbagai mekanisme untuk mempercepat respons regulatori dalam kondisi kedaruratan, antara lain Emergency Use Authorization (EUA), accelerated and priority review, rolling submission, reliance, penilaian berbasis platform, percepatan proses terkait Good Manufacturing Practices (GMP), serta lot release. Namun Taruna menekankan, percepatan tidak boleh mengurangi standar. “Acceleration must never mean compromise. Proses regulasi dapat dipercepat, tetapi mutu, keamanan, dan khasiat tetap menjadi fondasi setiap keputusan,” ujarnya.

Menurut Taruna, status BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA) serta pengalaman dalam evaluasi vaksin, otorisasi kedaruratan, reliance, pengawasan GMP, dan lot release menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama regulatori di tingkat regional dan global, termasuk ASEAN dan Asia-Pasifik. BPOM juga melihat peluang membangun kapasitas kelembagaan sebagai Center of Excellence for Artificial Intelligence (AI) in Drug and Vaccine Regulation, sejalan dengan perkembangan teknologi vaksin dan transformasi regulasi berbasis sains serta data.

Taruna merangkum tiga pesan utama dalam menghadapi ancaman pandemi masa depan: kesiapsiagaan harus dimulai sebelum hari pertama, percepatan tidak boleh berarti kompromi, dan kesiapsiagaan harus diuji sebelum dibutuhkan. Dengan kolaborasi BPOM, Kementerian Kesehatan, CEPI, WHO, akademisi, industri, serta mitra nasional dan internasional, ia optimistis 100 Days Mission dapat menjadi kemampuan nyata Indonesia untuk merespons pandemi berikutnya secara lebih cepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan mutu, keamanan serta khasiat.(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu
Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB