Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

- Editor

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari

Bandung – Islam memandang kesehatan sebagai bagian penting dari kehidupan manusia yang tidak hanya terbatas pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan mental, spiritual, sosial, dan intelektual. Konsep ini dinilai semakin relevan di tengah tantangan kesehatan modern yang kian kompleks, mulai dari penyakit degeneratif hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental.

Dalam ajaran Islam, kesehatan merupakan hak asasi sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus dijaga. Hal ini ditegaskan dalam berbagai sumber utama Islam, Al-Qur’an dan Hadis, yang menjadikan kesehatan sebagai fondasi utama bagi manusia dalam menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.

Rasulullah SAW bahkan mengingatkan bahwa kesehatan adalah salah satu nikmat besar yang sering diabaikan. “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan sering kali baru muncul setelah nikmat tersebut hilang.

Sehat Tidak Sekadar Bebas Penyakit

Dalam perspektif Islam, sehat tidak hanya berarti terbebas dari penyakit. Secara etimologis, kata sehat dalam bahasa Arab bermakna baik dan berfungsinya seluruh anggota tubuh, sementara afiat diartikan sebagai perlindungan Allah dari berbagai keburukan. Dengan demikian, kesehatan mencakup berfungsinya seluruh potensi manusia sesuai tujuan penciptaannya.

Islam menempatkan kesehatan sebagai bagian dari tujuan utama syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), khususnya dalam aspek hifẓ al-nafs atau menjaga jiwa. Jiwa dalam pandangan Islam mencakup aspek fisik, mental, dan sosial yang saling berkaitan.

Lima Dimensi Kesehatan dalam Islam

Konsep kesehatan Islam bersifat holistik dan mencakup lima dimensi utama. Pertama, dimensi fisik atau jasmani, yang menekankan pentingnya menjaga tubuh melalui konsumsi makanan halal dan thayyib, kebersihan, olahraga, serta istirahat yang cukup. Al-Qur’an melarang perilaku yang merusak tubuh, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 yang melarang manusia menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan.

Kedua, dimensi mental atau emosional. Islam mengajarkan pengelolaan emosi melalui doa, zikir, dan tawakal agar manusia mencapai ketenangan batin (nafs al-muṭma’innah). Praktik spiritual ini terbukti berperan besar dalam menjaga stabilitas psikologis.

Ketiga, dimensi spiritual, yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan bahwa ketenangan hati hanya dapat diperoleh dengan mengingat Allah (QS. Ar-Ra‘d: 28). Kesehatan spiritual dipandang sebagai inti yang memengaruhi dimensi kesehatan lainnya.

Keempat, dimensi sosial. Islam memandang manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan harmonis, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Prinsip ukhuwah, tolong-menolong, dan keadilan sosial menjadi dasar terciptanya kesehatan sosial.

Kelima, dimensi intelektual. Islam menempatkan akal sebagai anugerah besar yang menjadi dasar pengambilan keputusan rasional dan etis, termasuk dalam menjaga kesehatan. Pemanfaatan akal secara benar mendorong pola hidup sehat yang ilmiah dan bertanggung jawab.

Relevansi di Era Modern

Di era modern, perubahan gaya hidup memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Dalam kondisi ini, nilai-nilai Islam dinilai tetap relevan sebagai pedoman membangun pola hidup sehat yang seimbang. Islam menganjurkan moderasi dalam makan dan minum, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-A‘raf ayat 31, serta pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman.

Selain itu, Islam juga menekankan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Al-Qur’an menyebut malam sebagai waktu istirahat agar manusia dapat memulihkan tenaga dan menjaga kesehatan fisik serta mental (QS. An-Naba: 9–11).

Menjaga Kesehatan sebagai Bentuk Ibadah

Menjaga kesehatan dalam Islam bukan sekadar upaya individual, melainkan bagian dari ibadah dan bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Kesadaran ini diharapkan dapat dimulai dari diri sendiri, lalu diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.

Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang, manusia diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang kuat, produktif, dan berkeadaban. Inilah makna sejati kesehatan dalam Islam—sehat yang menuntun manusia pada kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Ngalap Barokah KH. Abu Dardiri: “Ulama Dermawan, Penulis Kitab Pessalatan Asal Kebumen”
Dari Statistik ke Struktur: Berkaca Model China dalam Pengentasan Kemiskinan Nasional
Selamat Jalan Kanda Ali Muslim, Kita Ditakdirkan Berbeda
Papua Barat: Isu Kemerdekaan yang Dijual Elit, Luka Bangsa yang Terus Dibiarkan Bernanah
Ini dia, 3 Narasumber Pelatihan Literasi Santri di Pesantren & Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia yang Paling di Rekomendasikan
3 Tokoh Praktisi dan Narasumber Pilihan Tentang Branding Sekolah Islam di Indonesia
Pemerintah, berbenahlah!
Deforestasi Mempercepat Bencana: Sumatra Jadi Peringatan, Kalimantan Menyusul?

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:18 WIB

Rutan Kebumen Adakan Kegiatan Semaan Quran Setiap Sore Hari di Masjid At-Taubah

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:54 WIB

Polres Kebumen Ungkap Tiga Kasus Kriminal Selama Desember, Lima Tersangka Diamankan

Kamis, 1 Januari 2026 - 01:27 WIB

Dari Desa Kedawung ke ASEAN, Akmal Nashru Kapten Garuda Muda U-16 Futsal, Pulang Disambut Ribuan Harapan Warga Kebumen

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:36 WIB

Masjid yang Tak Pernah Dikunci: Jami Hidayatullah dan Wajah Islam Ramah di Jalur Pantura

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:25 WIB

Rutan Kelas IIB Kebumen Perkuat Sinergi dengan BIN untuk Tingkatkan Keamanan

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:23 WIB

Anak Muda Institut Kebumen Apresiasi Karya Cocomesh Warga Binaan Rutan Kebumen

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:21 WIB

Rutan Kebumen Bagikan Premi kepada Warga Binaan Program Cocomesh

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:44 WIB

Guru SD Islam Al Musyarrofah Jakarta Selatan Goes To Dieng Jogya Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terbaru