KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Founder Anak Muda Institut Kebumen, Nasikin, memberikan apresiasi terhadap karya cocomesh yang dihasilkan Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen. Menurutnya, produk jaring berbahan serat kelapa tersebut merupakan bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat berkarya dapat tumbuh di tengah keterbatasan.
Nasikin menilai cocomesh hasil karya Warga Binaan tidak sekadar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa manfaat besar bagi lingkungan. Produk tersebut telah dimanfaatkan untuk pengendalian erosi, reklamasi lahan pascatambang, serta kegiatan penghijauan di berbagai daerah, termasuk di wilayah Nusa Tenggara dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan, cocomesh tersebut telah menembus pasar internasional hingga ke Qatar.
“Apa yang dihasilkan Warga Binaan Rutan Kebumen menunjukkan bahwa pembinaan yang dijalankan mampu melahirkan karya dengan daya saing global. Ini bukan hanya soal produksi barang, tetapi juga transformasi kemanusiaan yang nyata,” ujar Nasikin, Selasa (30/12).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa keterbatasan ruang dan kondisi tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Menurut Nasikin, pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocomesh juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus inovasi dalam mengolah sumber daya yang sebelumnya kurang bernilai. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi jalan bagi perubahan dan kemandirian.
Nasikin berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, sehingga karya Warga Binaan semakin dikenal luas serta memberikan kontribusi positif bagi pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.























