Memotret Kitab As-Siraj I Karya Gus Wahyu NH. Aly

- Editor

Minggu, 18 Mei 2025 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul: As-Siraj I
Subjudul: Kitab Sirajudin “Taḥlil an-Nahw wa as-Sarf fi al-Hikam li Ibn ‘Ata’illah as-Sakandari”
Penulis: Gus Wahyu NH. Aly
Penerbit: Maktabah Al-‘Aisyah, Pondok Pesantren Al-Qarawiyin, Kebumen
Tahun Terbit: 2025
Tebal: ±200 halaman

Presensi: Nasikin

 

Resensi Kitab As-Siraj I

Kitab Al-Ḥikam al-‘Ata’iyyah karya Ibn ‘Ata’illah as-Sakandari merupakan salah satu karya agung dalam khazanah tasawuf Islam. Namun, kajian terhadap aspek kebahasaan (nahwu dan sharf) dalam teks-teks hikmah tersebut masih jarang dilakukan secara mendalam. Kitab / Buku As-Siraj I hadir untuk mengisi kekosongan tersebut. Ditulis dalam bahasa Arab oleh Gus Wahyu NH. Aly, buku ini menjadi jembatan antara disiplin gramatikal bahasa Arab dan pengalaman spiritual sufistik. Ini merupakan buku lama yang pernah terbit tahun 2014, yang sebelumnya kitab ini dinamai Al-Hikmah. Setelah ada sedikit revisi, kitab ini diganti nama As-Siraj.

Penulis menyajikan analisis struktural terhadap kalimat-kalimat dalam Al-Hikam dengan pendekatan nahwu (tata bahasa) dan sharf (morfologi). Setiap hikmah dibedah secara sistematis—mulai dari identifikasi struktur kalimat, fungsi gramatikal, hingga penafsiran makna batin yang terkandung di dalamnya.

Gaya bahasa buku ini menggabungkan ketelitian ilmiah dengan nuansa kontemplatif. Gus Wahyu NH. Aly tidak hanya menjelaskan secara kaku, melainkan juga mengajak pembaca untuk menyelami “musikalitas bahasa” dan “simbolisme spiritual” dalam untaian kalimat Ibn ‘Ata’illah.

Contohnya, dalam hikmah pertama “من علامة الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل”, penulis menjelaskan relasi antara struktur gramatikal dan maksud maknawi secara mendalam. Ia tidak hanya menguraikan bentuk “jar wa majrur” atau “mudhaf-mudhaf ilayh”, tetapi juga makna eksistensial di balik frasa “نقصان الرجاء”.

Kelebihan Kitab Ini

Pendekatan Interdisipliner: Buku ini mempertemukan ilmu bahasa dan tasawuf secara harmonis, yang jarang ditemukan dalam karya kontemporer.

Bahasa yang Reflektif: Meskipun analitis, penulis tetap mempertahankan cita rasa sufistik dalam penyampaiannya.

Orisinalitas Tema: Fokus pada aspek kebahasaan dalam hikmah-hikmah sufistik menjadikan buku ini unik dan bernilai tinggi secara akademik.

BACA JUGA:

– Resensi Novel Metamorfosis Cinta Karya Gus Wahyu NH. Aly

– Resensi Buku Hoaks Sejarah Pesantren Al-Kahfi Somalangu

Tantangan Kitab Ini

Keterbatasan Aksesibilitas: Bagi pembaca yang tidak memiliki latar belakang bahasa Arab, buku ini bisa terasa berat.

Perlu Konteks Historis: Penjelasan mengenai konteks kehidupan dan pemikiran Ibn ‘Ata’illah seharusnya lebih diperkuat agar analisis tidak terkesan ahistoris.

Kesimpulan

Kitab As-Siraj I merupakan sumbangan penting dalam khazanah kajian teks sufi berbasis linguistik. Buku ini membuka ruang tafsir yang lebih dalam terhadap teks Al-Hikam, bukan hanya sebagai karya spiritual, tetapi juga sebagai mahakarya bahasa Arab. Ia patut dibaca oleh mahasiswa filologi, santri, pengkaji tasawuf, dan siapa pun yang ingin memadukan zikir dan fikir dalam memahami warisan Islam klasik.

Download PDF: Kitab As-Siraj I (Kitab Sirajudin)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup
Meluruskan Narasi 8 Tuntutan Aksi Mahasiswa: Komitmen Penuh Pemerintahan Prabowo Menuju Indonesia Emas yang Berkeadilan dan Merakyat
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan
Dari Kemerdekaan menuju Kemakmuran Rakyat
Wujudkan Pembangunan Adil: Prabowo Buka Jalur Raksasa Sumatra-Kalimantan
Berbagai Capaian Keberhasilan Pemerintah Sebagai Kado Rakyat di HUT RI Ke 81
Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Ketika Ikhtiar Bertemu dengan Keyakinan
Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Berita Terbaru

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Mereka menjadi bagian dari 204 lulusan magister dan doktor yang mengikuti wisuda di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).

Nasional

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB