Pemkab Kebumen Beri Apresiasi kepada Empat Kecamatan Lunas PBB

- Editor

Sabtu, 7 September 2024 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Kebumen Ristawati Purwaningsih memberikan hadiah bagi kecamatan lunas PBB.

Wabup Kebumen Ristawati Purwaningsih memberikan hadiah bagi kecamatan lunas PBB.

Yogyakarta, Siaran Indonesia – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah memberikan apresiasi kepada kecamatan yang sudah menyelesaikan penarikan pajak bumi dan bangunan (PBB). Ada empat kecamatan yang mendapat hadiah atas capaian tersebut.

Empat kecamatan itu, yakni Kecamatan Mirit, Bonorowo, Padureso dan Poncowarno. Hadiah diberikan kepada Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih di acara Peningkatan Kapasitas Pegawai BPKPD bersama camat dan lurah dalam rangka peningkatan PBB di Hotel Ibis Style Malioboro Yogyakarta, Kamis malam (05/09/2024).

“Pemberian hadiah ini sebagai bentuk apresiasi kita terhadap kecamatan yang sudah bekerja keras dalam menyelesaikan penarikan PBB. Sehingga diharapkan bisa memacu semangat bagi kecamatan lain dalam penyelesaian pelunasan PBB,” ujar Wabup Ristawati.

Dalam penarikan PBB memang tidak mudah, terlebih di wilayah perkotaan dimana sering kali pemilik lahan/rumah tidak ada di tempat. Kemudian, tantangan lain adalah menyangkut kejujuran dan tanggungjawab bagi para penarik PBB dalam menjalankan tugasnya.

“Karena kita tahu masih ada beberapa penarik pajak yang nakal. Jadi bukanya disetor, malah uangnya dipakai dulu. Ini saya kira menjadi perhatian para camat bagaimana membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan desa/lurah, sehingga hal itu tidak terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Aden Andri Susilo menambahkan, dari 26 kecamatan pendapatan PBB yang paling besar ada di Kecamatan Kebumen sebesar 3 sampai 4 Miliar. Di Kelurahan Kebumen saja pagunya mencapai Rp1 Miliar.

“Untuk kecamatan Padureso saja pagunya masih di bawah Kelurahan Kebumen. Tapi meski pagunya besar, di Kecamatan Kebumen, Gombong dan Pejagoan belum pernah sampai lunas, karena itu persoalannya cukup komplek, banyak rumah/tanah kosong nggak ditinggali, orangnya nggak tahu kemana,” ucapnya.

Aden menuturkan, pada tahun ini penarikan PBB total mencapai Rp57 Miliar. Pemkab mengeluarkan kebijakan untuk tidak menaikan pagu PBB karena dikhawatirkan akan membebani masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, dan inflasi.

Kemudian untuk mencegah adanya penylewengan dana PBB oleh oknum penarik pajak dan perangkat desa, pihaknya sudah mengandeng kerjasama dengan Kejaskaan Negeri. Aden berharap para petugas penarik pajak bisa menjalankan tugasnya dengan amanah, dan selalu mengedepankan koordinasi dengan desa dan kecamatan.

“Kita berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semua kerja kita diawasi, artinya apa sudah menjadi tugas kita maka wajib menjalankan dengan rasa tanggungjawab. PBB adalah uang rakyat, dan harus digunakan kembali untuk kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (Kuy)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat
Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending
Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Taruna Ikrar: Pemimpin Masa Depan Polri Harus Mampu Memahami Manusia dan Menguasai Diri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Berita Terbaru

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Mereka menjadi bagian dari 204 lulusan magister dan doktor yang mengikuti wisuda di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).

Nasional

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB