Nur Institute : Cepu Raya Alternatif Pusat Ekonomi Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur

- Editor

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Nur Institute Muhammad Nur Aris Shoim mendorong agar gagasan tentang kawasan Cepu Raya segera terwujud.
Hal tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke kantor Ademos Indonesia di Dolokgede, Bojonegoro, Jawa Timur pada Rabu (19/06/2024) malam.

Diterima secara langsung oleh Ketua Ademos Indonesia A. Shodiqurrosyad, Shoim bertukar gagasan tentang kiat-kiat penguatan sumber daya manusia di tingkat desa, terutama di tengah gagasan tentang kawasan Cepu Raya.
Menurut Shoim, keberadaan kawasan Cepu Raya ini merupakan alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat di perbatasan Jawa tengah dan Jawa timur.

“Harapannya kawasan Cepu Raya bisa menjadi pusat ekonomi, industri, pariwisata sebagai alternatif masyarakat agar tidak jauh- jauh lagi ke Surabaya, Solo dan Semarang,” kata Shoim.

“Kita ketahui bersama bahwa kawasan Cepu Raya ini dari zaman Belanda sudah terkenal dengan daerah penghasil minyak bumi di Indonesia bahkan di Asia,” tambah Shoim yang juga pemuda asli Bojonegoro.

Perlu diketahui kawasan Cepu Raya merupakan sebuah konsep yang diusulkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dengan tujuan menjadikan Cepu sebagai pusat kegiatan ekonomi yang menghubungkan beberapa kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kawasan ini diharapkan menjadi simpul utama bagi perekonomian daerah pinggiran, mencakup Kabupaten Blora, Bojonegoro, serta sebagian wilayah Ngawi, Tuban dan Rembang.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Bermimpi, Berjuang, Berdamai: Kisah 12 Tahun Perjalanan yang Berujung pada Lahirnya Platform Kerja Remote untuk Talenta Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Perkenalkan Solusi Antikredit Macet
UMKM Tertekan Harga Global, ABDSI Desak Intervensi Cepat dan Terukur
Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Investasi Emas Digital di Indonesia
Didukung 5 Bank, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan
Industri Migas Hadapi Tantangan Aset Menua, Kecerdasan Buatan Jadi Solusinya
Menata Belanja Negara: Strategi Efisiensi untuk Kesejahteraan Rakyat
Pegadaian Ajak Investasi Aman di Era Digital dengan Tabungan Emas

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:59 WIB

GUNTUR Sultra: Kebijakan Prabowo Beri Kesempatan Setara bagi UMKM Naik Kelas

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Puspoll Indonesia: Pelibatan Danantara di KSSK Perlu Dimaknai sebagai Penguatan Koordinasi, Bukan Perubahan Struktur Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WIB

Akun Instagram 1 Juta Followers Yunita Kariman Hilang Tanpa Peringatan, Ungkap Bahaya Report Massal

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:45 WIB

BPOM Perkuat Ekosistem UMK Pangan Olahan, Taruna Ikrar Luncurkan Program SAPA SEMESTA untuk Tingkatkan Daya Saing

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:08 WIB

Reklamasi Pertambangan Tidak Boleh Berhenti pada Formalitas, Saatnya Menjadikan Kepastian Hukum sebagai Fondasi Pemulihan Ekologis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

GUNTUR Sultra Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Peran Koperasi dan UMKM Kelola Sektor Strategis

Berita Terbaru