Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Perkenalkan Solusi Antikredit Macet

- Editor

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Pruden Visi Utama (PRUVIU) Maulana Irfan Sufa di forum Rakernas Inkopontren, Kamis (21/4/2026). - Foto Dimas

Direktur Utama PT Pruden Visi Utama (PRUVIU) Maulana Irfan Sufa di forum Rakernas Inkopontren, Kamis (21/4/2026). - Foto Dimas

Siaranindonesia.com, JAKARTA — PRUVIU, sistem monitoring dan mitigasi risiko keuangan terpadu pertama di Indonesia, hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren, Kamis (21/4/2026), untuk memperkenalkan solusi teknologi yang membantu koperasi menekan risiko kredit macet sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pembiayaan.

Sebagai perusahaan sistem integrator yang berfokus pada layanan penunjang jasa keuangan, PRUVIU menghadirkan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) guna mempermudah integrasi sistem informasi perkreditan antara ekosistem industri jasa keuangan dan koperasi sektor jasa keuangan.

Direktur Utama PT Pruden Visi Utama (PRUVIU) Maulana Irfan Sufa mengatakan bahwa kehadiran PRUVIU di Rakernas Inkopontren menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam dan koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) agar mampu memiliki sistem pengelolaan risiko yang lebih modern, aman, dan efisien.

“Bagi PRUVIU, KJKS dan koperasi bukan sekadar konsumen, tetapi mitra strategis yang tumbuh dan berkembang bersama. Kami ingin koperasi dapat menikmati layanan setara perbankan dengan biaya yang lebih efisien dan operasional yang lebih sederhana,” ujar Maulana Irfan di hadapan peserta Rakernas Inkopontren.

Inkopontren (Induk Koperasi Pondok Pesantren) merupakan koperasi sekunder nasional yang beranggotakan pusat koperasi pondok pesantren (puskopontren) seluruh Indonesia.

Melalui platformnya, PRUVIU memungkinkan koperasi memperoleh layanan sekelas perbankan seperti akses dan integrasi data pembiayaan yang mendukung proses analisis kelayakan pembiayaan secara lebih akurat. Seluruh sistem juga didukung otomatisasi pelaporan sehingga mempermudah operasional harian koperasi.

Dibandingkan solusi yang telah ada, PRUVIU menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain biaya yang lebih terjangkau melalui skema kolektif, operasional yang lebih sederhana, serta sistem pelaporan otomatis yang membantu meningkatkan efisiensi dan kepatuhan lembaga.

“Ada banyak solusi memang, tapi yang khusus untuk koperasi memang belum ada. Nah, PRUVIU ini memang terutama ditujukan untuk menjawab kebutuhan koperasi simpan pinjam,” ujar Maulana Sufa.

Selain itu, PRUVIU telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 yang menjamin keamanan pengelolaan data pengguna sesuai standar internasional, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta regulasi lain yang relevan.

Adapun masalah kredit macet masih menjadi tantangan utama koperasi simpan pinjam di Indonesia. Beberapa faktor penyebabnya antara lain lemahnya analisis kelayakan calon peminjam, kendala finansial debitur, lemahnya manajemen risiko internal koperasi, hingga faktor moral hazard dari peminjam.

Secara ideal, tingkat non-performing loan (NPL) koperasi simpan pinjam berada di bawah 5 persen. Rasio NPL di atas angka tersebut dikategorikan kurang sehat dan memerlukan evaluasi manajemen risiko yang lebih ketat.

Dengan hadirnya solusi digital seperti PRUVIU, koperasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas analisis pembiayaan, memperkuat mitigasi risiko, serta menjaga kesehatan lembaga secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

PRUVIU adalah sistem monitoring dan mitigasi risiko keuangan terpadu pertama di Indonesia yang berfokus pada layanan penunjang jasa keuangan melalui teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan. PRUVIU membantu integrasi sistem informasi perkreditan antara industri jasa keuangan dan koperasi agar lebih efisien, aman, dan modern.

Komentar Facebook

Berita Terkait

DTI Series 2026 Jadi Pusat Inovasi Digital, Hadirkan 260 Pembicara dan 450 Solusi Teknologi
Bermimpi, Berjuang, Berdamai: Kisah 12 Tahun Perjalanan yang Berujung pada Lahirnya Platform Kerja Remote untuk Talenta Indonesia
UMKM Tertekan Harga Global, ABDSI Desak Intervensi Cepat dan Terukur
Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Investasi Emas Digital di Indonesia
Didukung 5 Bank, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan
Industri Migas Hadapi Tantangan Aset Menua, Kecerdasan Buatan Jadi Solusinya
Menata Belanja Negara: Strategi Efisiensi untuk Kesejahteraan Rakyat
Pegadaian Ajak Investasi Aman di Era Digital dengan Tabungan Emas

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Inspirasi Tanpa Batas: 3 Motivator Alumni Gontor Populer di Indonesia!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Islam, hingga Ihsan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:15 WIB

4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:48 WIB

5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:56 WIB

1 Dekade Primago, Dari Bimbingan Belajar Masuk Gontor Hingga Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Jenjang SDI – SMPI – SMAI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Jangan Sampai Anak Salah Jurusan dan Salah Masa Depan! Tes Minat Bakat di Kota Depok

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Dr Awaluddin Faj, M.Pd ; Menyiapkan Calon Pemimpin Masa Depan dari Pesantren

Berita Terbaru