Bantu Pengungsi Palestina di Yordania, Para Relawan Indonesia Bentuk Care PETRA

- Editor

Minggu, 31 Maret 2024 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yordania, Siaran Indonesia – Di bawah naungan Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID), Direktorat PPM PPID bekerjasama dengan Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania dan Tim Peduli berkolaborasi dengan 65 PPI Negara yang tersebar di seluruh dunia, membuat aksi kemanusiaan yang dinamakan Care PETRA (Palestine Refugees in Ramadhan).

Perlu diketahui, bahwasanya Yordania adalah negara penampung pengungsi Palestina terbanyak di dunia. Menurut UNRWA, sejak 1948 dan sampai hari ini, tercatat lebih dari 5 Juta jiwa Pengungsi Palestina tinggal di Yordania dan tersebar di 14 Camp pengungsian resmi.

“Kita harapkan dengan adanya acara kemanusiaan seperti ini, Masyarakat Indonesia bisa membuka mata lebih luas untuk lebih peduli dan memberikan bantuan kepada korban konflik Palestina. Terlebih untuk korban terdampak yang berada diluar Palestina Khususnya Yordania,”ujar Randi, selaku Ketua Pelaksana acara Care PETRA sekaligus Mahasiswa Indonesia di Yordania, Sabtu 30 Maret 2024.

Acara buka bersama dimulai dengan pembagian 100 paket sembako berisi bahan pokok yang berupa, Minyak, Beras, Kecap Manis, Roti Gandum dan bahan pokok lainnya. Paket sembako ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan para pengungsi selama bulan Ramadhan, agar mereka bisa menyantap makan sahur dan berbuka tanpa merasa kurang. Sehingga bisa melaksanakan Ibadah Puasa dengan baik.

Mesko begitu, kondisi mereka masih sangat memprihatinkan dan serba kekurangan.” Para Pengungsi Palestina pada dasarnya bergantung pada bantuan-bantuan Internasional melalui UNRWA dan Lembaga-lembaga sosial yang memberikan bantuan,” ungkap Milki, salah satu Relawan Tim Peduli.

Keterbatasan yang mereka rasakan semakin berat dengan sulitnya izin dan hak-hak untuk bekerja di Yordania. “Peraturan-peraturan yang ada memaksa mereka bekerja di sektor Non formal seperti berdagang, pekerja upahan dan menjual jasa. Itu semua mereka lakukan guna menyambung hidup,” terang Milki.

Acara buka bersama dilanjut dengan menggambar dan bermain bersama pengungsi anak-anak yang ada di camp pengungsian. Anak-anak diberikan kertas bergambar peta Negara Palestina tempat mereka berasal, dan pensil warna. Mereka terlihat sangat menikmati waktu-waktu tersebut. Tidak sedikit ada pertengkaran kecil antara sesama karena keterbatasan pensil warna yang diberikan.

Selanjutnya, disusul dengan pembagian 200 paket snack dan 200 paket mainan. Hal ini diharapkan mampu memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang tinggal di pengungsian, seperti yang diketahui bahwa tinggal di camp pengungsian bukanlah hal yang menyenangkan dan serba kekurangan.

Bantuan-bantuan yang diberikan bersumber dari masyarakat Indonesia, yang berharap setiap bantuan yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat untuk Pengungsi Palestina yang membutuhkan.

”Terima kasih kepada para donatur dan sponsorship yang sudah menyumbangkan hartanya, kami para relawan akan se-amanah mungkin menyalurkan bantuan, karena ini merupakan tanggung jawab moral bagi kita sebagai relawan. ” ungkap Randi.

“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada KBRI Amman Yordania,HPMI Yordania, Tim Peduli dan Kemenlu yang sudah membantu menyukseskan acara ini,” tandas Randi

Kegiatan diakhiri dengan penampilan tarian daerah Palestina oleh anak-anak perempuan asli Gaza, Palestina. Disambung dengan menyantap mansaf, makanan khas Yordania ketika adzan maghrib berkumandang.

Dengan adanya kegiatan ini, Para pelajar Indonesia terkhusus pelajar diluar negeri diharapkan menjadi representasi mahasiswa yang memiliki kepedulian social yang tinggi dan mampu mengharumkan nama baik Indonesia di dunia Internasional.

” Harapan nya acara kemanusiaan ini terus berkelanjutan dan berkesinambungan, bahkan jika memungkinkan sifat berkelanjutan ini bisa seperti harapan pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia, yaitu sampai palestina merdeka. Karena kita melihat bawa bangsa Indonesia memiliki rekam jejak kedekatan yang cukup panjang dengan palestina, dan Ini merupakan tanggung jawab moral bagi kita semua,” ungkap Hamzah, selaku Kordinator PPID.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump
Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior
Situs Iran, IRNA Down
Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika
Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik
Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia
Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:21 WIB

“Menggali Fakta, Menyampaikan Kebenaran”, PWRI Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:21 WIB

HMI Kebumen Gelar Diskusi Publik dengan Tema “Quo Vadis Pendidikan Saat Ini” Bersama DPRD Jateng dan Kepala Disdikpora Kebumen

Senin, 18 Mei 2026 - 19:36 WIB

Di Serbu Warga, Bazar Baju Gratis RT 2 Panggulan Memeriahkan HUT Kota Depok ke 27 tahun 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:27 WIB

Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:12 WIB

CV Dirgantara Sejahtera Bersama Menjadi Sponsorship Kegiatan Sosial “Bekam Gratis & Bazar Baju Gratis 2026” Untuk Warga Panggulan Pengasinan Sawangan Depok

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:53 WIB

Pos Ronda RT 02 RW 05 Panggulan Pengasinan Sawangan Kompak Gelar Syukuran 1 Tahun Atas Terlaksananya Kegiatan Ronda Malam

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:05 WIB

MANAFERA Kembali dengan Semangat Sportivitas, Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Unimugo Siap Gelar Turnamen Futsal Pelajar 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:57 WIB

Humanis, Letkol Eko Bedah Rumah Lansia Tidak Layak Huni di Alian

Berita Terbaru