Mengenal Lebih Dekat Gus Rozin, Nahkoda Baru NU Jawa Tengah

- Editor

Rabu, 6 Maret 2024 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto: Gus Rozin bersama Istri Ning Tutik Nurul Janah dalam sebuah kesempatan

Ket. Foto: Gus Rozin bersama Istri Ning Tutik Nurul Janah dalam sebuah kesempatan

KH. Abdul Ghoffar Rozin yang akrab disapa Gus Rozin adalah buah hati dari KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Hj. Dra. Nafisah Sahal. Sejak kecil ia ditempa dalam keluarga yang mencintai ilmu dan perjuangan. KH MA Sahal Mahfudh adalah tokoh puncak di dua organisasi besar, yaitu NU dan MUI. Ibunya, Hj. Dra. Nafisah Sahal adalah aktivis Muslimat NU Pati, Muslimat NU Jawa Tengah, dan pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Lahir pada 31 Juli 1976, Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung dengan KH MA Sahal Mahfudh, KH Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen. Beliau menyelesaikan studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen.

Kebetulan saat Gus Razin (sapaan akrabnya) studi di PIM, banyak sekali anak kiai yang satu periode dengannya, seperti KH Abdullah Umar Fayumi, KH. Tsaqib Purwodadi (putra Ibu Nyai Munawwarah Abdullah Zain Salam-KH. M. Busyro Abdul Lathif), KH. Zulfa Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU sekarang) dan lain-lain.

Setelah menyelesaikan studi di PIM, Gus Razin melanjutkan studi di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, asuhan KH Abdul Hanan. Pondok ini dikenal dengan ngaji kilatan sehingga santri yang studi di pondok ini dalam waktu singkat mampu mengkhatamkan banyak kitab.

Setelah belajar 3.5 tahun di Kwagean Kediri, Gus Razin meneruskan studi di Jakarta. Di tengah berbagai kesibukan, beliau berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aqidah Jakarta. Beliau pernah studi di Paramadina yang diinisiasi Prof. Dr. Nurcholis Majid dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sebagai seorang anak tokoh puncak organisasi, pergaulan Gus Razin memang lintas sektoral. Sosoknya yang supel membuatnya mudah bergaul dengan anak-anak muda dari berbagai kalangan

Lulus belajar di Jakarta, Gus Razin melanjutkan studi di Monash University Australia, mengambil jurusan manajemen pendidikan. Ia menyelesaikan studinya di Australia dengan Gelar M.Ed (Master of Education). Kemampuan dalam bahasa inggris membuat Gus Rozin mampu bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan fasih.

Saat menempuh pendidikan di Australia ini, Gus Rozin memutuskan menikah dengan Neng Tutik Nurul Janah, alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dari dzuriyah pondok pesantren Lirboyo Kediri. Dari pernikahan tersebut keduanya dikaruniai tiga orang putri.

Kemudian beliau memimpin RMI-NU Jateng, banyak sekali terobosan yang beliau lakukan. Salah satunya adalah konsolidasi organisasi pesantren, menggerakkan kemandirian ekonomi dan kebersihan pesantren, dan berkolaborasi dengan pemerintah.

Selanjutnya beliau dipercaya memimpin RMI PBNU sampai sekarang. Banyak sekali gebrakan Gus Rozin. Liga Santri, Gerakan Ayo Mondok, Kemandirian Pesantren, dan lain-lain menjadi icon RMI yang manfaatnya benar-benar dirasakan pesantren dan warga NU. Sekarang Gus Rozin didapuk menjadi salah satu Katib Sysuriyah PBNU dan Mustasyar PCNU Kabupaten Pati bersama tokoh-tokoh yang lain.

Karir Gus Rozin lainnya adalah beliau dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang keagamaan tahun 2018 dan anggota Dewan Ketahanan Pangan tahun 2017. Beliau membantu Presiden dalam menata bidang keagamaan di Indonesia. Salah satunya tentang eksistensi Pesantren.

Saat ini Gus Rozin terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah dalam Konferwil PWNU Jateng pada 5-6 Maret 2024 bersama KH. Ubaidullah Shodaqoh sebagai Rois Syuriah periode 2024-2029. Selamat bekhidmah Gus!. (Hakim M, Sundoro)

Komentar Facebook

Berita Terkait

PERADI Kebumen Periode Baru, Perkuat Solidaritas dan Martabat Advokat
Dilengkapi IPAL Sejak Awal Operasional, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari Perhatikan Pengelolaan Limbah
Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 17 Januari 2025 - 00:55 WIB

Di Penghujung Akhir 2024, Penjualan Mobil Suzuki Melambung 10%, Ini Pendongkraknya!

Kamis, 5 Desember 2024 - 19:59 WIB

Toyota Eco Youth (TEY) ke-13 Masuki Tahap Pendampingan Finalis

Rabu, 4 September 2024 - 22:17 WIB

GWM Indonesia Resmikan Dealer Pertama di Jawa Barat

Selasa, 3 September 2024 - 11:06 WIB

HUT ke-18, Innova Community Sebarkan Semangat Netralitas Karbon

Jumat, 30 Agustus 2024 - 21:01 WIB

Uji Emisi Jadi Syarat Perpanjanggan STNK, Ini yang Dilakukan Bengkel Auto2000

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:52 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 2 Trip To Yogya 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:53 WIB

AHM Luncurkan Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser

Senin, 13 Mei 2024 - 11:36 WIB

Mobil Tua Tak Boleh Lagi Beroperasi di Jakarta, PPKMI Bali Siap Tampung!

Berita Terbaru