Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

- Editor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arwani Thomafi, dalam diskusi bertema “Ber-NU untuk Kemaslahatan Umat” yang digelar di Arena Muktamar NU ke-35 di Jombang. Hadir juga Komisaris Utam PT ASDP Achmad Baidowi, Direktur Hubungan Kelembagaan – PTPN IV Arya Sandiyudha.

Arwani Thomafi, dalam diskusi bertema “Ber-NU untuk Kemaslahatan Umat” yang digelar di Arena Muktamar NU ke-35 di Jombang. Hadir juga Komisaris Utam PT ASDP Achmad Baidowi, Direktur Hubungan Kelembagaan – PTPN IV Arya Sandiyudha.

SiaranIndonesia.com, JOMBANG — Khidmah di Nahdlatul Ulama (NU) perlu terus bertumpu pada nilai-nilai yang menjaga ketulusan pengabdian, keseimbangan dalam bersikap, serta memperluas manfaat bagi umat dan bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting agar perjalanan ber-NU senantiasa berorientasi pada kemaslahatan dan persatuan.

Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Alhamidiyah, Lasem, Rembang, Arwani Thomafi, dalam diskusi bertema “Ber-NU untuk Kemaslahatan Umat” yang digelar di Arena Muktamar NU ke-35 di Jombang. Hadir juga Komisaris Utam PT ASDP Achmad Baidowi, Direktur Hubungan Kelembagaan – PTPN IV Arya Sandiyudha.

Menurutnya, berkhidmah di NU merupakan bagian dari ikhtiar pengabdian yang memiliki dimensi keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Arwani, yang juga Mustasyar PWNU DKI Jakarta, mengatakan terdapat lima mutiara atau Madarij al-Khidmah dalam ber-NU yang penting untuk terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kelima nilai tersebut meliputi keikhlasan dalam pengabdian, menjadikan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman dalam beramal, menempatkan ulama sebagai pembimbing umat, menjaga ukhuwah, serta memperkuat semangat nasionalisme atau hubbul wathon.

Nilai pertama adalah ikhlas dalam pengabdian. Arwani menilai keikhlasan merupakan kata kunci dalam setiap bentuk khidmah, baik di lingkungan pesantren, keluarga, masyarakat, pemerintahan maupun ruang pengabdian lainnya. Keikhlasan menjadi energi yang menjaga pengabdian tetap berorientasi pada kebaikan dan kemanfaatan.

“Ikhlas merupakan niat hati yang murni dan tulus untuk melakukan suatu pekerjaan atau ibadah hanya semata karena mencari ridha Allah SWT,” ujar Arwani, yang pernah menjadi anggota DPR selama tiga periode.

Nilai kedua adalah menjadikan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman dalam beramal. Setelah keikhlasan menjadi fondasi, prinsip Ahlussunnah wal Jamaah perlu menjadi pijakan dalam menjalankan berbagai aktivitas khidmah agar pengabdian berjalan secara arif dan proporsional.

Menurut Arwani, prinsip tersebut tercermin melalui sikap tawassuth atau moderat, tawazzun atau seimbang, i’tidal atau berkeadilan, serta tasamuh atau toleransi. Nilai-nilai tersebut penting untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis sekaligus menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Nilai ketiga adalah menjadikan ulama sebagai pembimbing masyarakat. Arwani menilai ulama memiliki peran strategis dalam memberikan arah perjalanan dan perjuangan umat, sekaligus menjadi rujukan moral dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

“Al ulama yursyiduna al-masirah, para ulama membimbing arah perjalanan perjuangan umat,” ujar Arwani, yang juga Ketua Ma’arif NU Cabang Lasem, Rembang.

Nilai keempat adalah menjaga ukhuwah. Menurut Arwani, ukhuwah merupakan kekuatan penting dalam membangun kedamaian, memperkokoh persatuan, menumbuhkan kasih sayang, serta membuka ruang kerja sama dalam kebaikan. Semangat ukhuwah juga menjadi modal sosial untuk merawat kebersamaan di tengah perbedaan.

Nilai kelima adalah memperkuat semangat nasionalisme atau hubbul wathon. Arwani menegaskan, kecintaan kepada tanah air dapat menjadi energi untuk memperluas ruang pengabdian sehingga khidmah tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan internal organisasi, tetapi juga masyarakat dan bangsa secara lebih luas.

“Hubbul Wathon Tuwassi’u al-Khidmah,” tegasnya.

Arwani menilai lima mutiara tersebut dapat menjadi pedoman untuk terus menghidupkan semangat ber-NU sebagai bentuk pengabdian yang tulus, moderat, berorientasi pada persatuan, serta menghadirkan kemanfaatan bagi umat, masyarakat, dan Indonesia. (*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending
Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron
Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Taruna Ikrar: Pemimpin Masa Depan Polri Harus Mampu Memahami Manusia dan Menguasai Diri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Berita Terbaru

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Mereka menjadi bagian dari 204 lulusan magister dan doktor yang mengikuti wisuda di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).

Nasional

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB