Call Center Baru Dishub DKI Dipertanyakan, Pengamat: Jangan Sampai Tumpang Tindih dengan JAKI

- Editor

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Peluncuran layanan Call Center baru oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mendapat perhatian dari pengamat transportasi. Kehadiran kanal pengaduan tersebut dinilai perlu disertai penjelasan yang jelas mengenai fungsi, keunggulan, serta perbedaannya dengan layanan pengaduan masyarakat yang selama ini telah tersedia melalui JAKI.

Pengamat transportasi Tigor Nainggolan mengatakan, pemerintah seharusnya mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam membangun pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat selama ini sudah memiliki JAKI sebagai salah satu kanal untuk menyampaikan pengaduan.

“Call center bukan sesuatu yang baru. Selama ini sudah ada JAKI. Karena itu, jangan sampai program baru ini justru tumpang tindih dengan sistem yang sudah berjalan,” ujar Tigor.

Menurut Tigor, sebelum meluncurkan kanal pelayanan baru, Dishub DKI seharusnya memastikan terlebih dahulu apa persoalan yang belum mampu diselesaikan melalui JAKI.

Jika persoalannya terletak pada kecepatan respons, kata dia, yang semestinya dilakukan adalah memperbaiki sistem yang sudah ada atau memastikan Call Center Dishub memiliki fungsi yang benar-benar berbeda dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kalau JAKI yang selama ini sudah berjalan masih bisa diperbaiki, sebaiknya diperbaiki dan diperkuat. Tetapi kalau memang Call Center Dishub dianggap lebih efektif, harus jelas apakah akan menggantikan atau justru terintegrasi dengan JAKI,” katanya.

Jangan Sampai APBD Terbebani Dua Kali
Tigor juga menyoroti aspek efisiensi anggaran. Ia mengingatkan bahwa setiap program pemerintah menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD dan pada akhirnya merupakan uang masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat membiayai dua program untuk pekerjaan yang sama. Kalau fungsinya sama-sama menerima pengaduan, lalu apa urgensi membuat sistem baru?” tegasnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah layanan publik bukan dilihat dari berapa banyak kanal pengaduan yang dimiliki pemerintah, melainkan dari seberapa cepat laporan masyarakat ditindaklanjuti dan diselesaikan.

“Jangan sampai banyak kanalnya, tetapi masyarakat tetap harus menunggu lama untuk mendapatkan penyelesaian. Yang dibutuhkan warga adalah respons cepat dan kepastian tindak lanjut,” ujar Tigor.

Ia meminta Dishub DKI menjelaskan secara terbuka mekanisme Call Center tersebut, mulai dari jenis laporan yang dapat diterima, target waktu respons, sistem pengawasan terhadap laporan, hingga bagaimana masyarakat dapat mengetahui perkembangan pengaduannya.

Efektivitas Harus Jadi Ukuran
Tigor menegaskan, inovasi pelayanan publik tentu patut diapresiasi sepanjang benar-benar memberikan manfaat baru bagi masyarakat.

Namun, inovasi tersebut harus dibuktikan dengan peningkatan kualitas pelayanan, bukan sekadar penambahan program.
“Kalau memang Call Center ini membuat pelayanan lebih cepat, lebih mudah dan lebih responsif, tentu kita dukung. Tetapi kalau hanya membuat kanal baru dengan fungsi yang sama, pemerintah perlu mengevaluasi kembali agar tidak terjadi pemborosan anggaran,” pungkasnya.

Sorotan ini sekaligus menjadi tantangan bagi Dishub DKI untuk membuktikan bahwa Call Center yang baru diluncurkan bukan sekadar menambah kanal pengaduan, tetapi benar-benar mampu menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih cepat, efektif, transparan, dan responsif bagi masyarakat Jakarta.

Komentar Facebook

Berita Terkait

‎Pegadaian Area Senen Raih Juara Umum SportaFest 2026
Taruna Ikrar Ajak Masyarakat Pintar Memilih Makanan, Minuman, dan Obat di BPOM Run
Denny Desak Gibran Mundur, Fritz Siregar Tegaskan Presiden Tak Bisa Memecat Wapres
Booking KIR Makin Cepat, Plt Yaya Kasya “Jaya” Dorong Pelayanan UP PKB Kabupaten Bogor Lebih Responsif
Sebut nama Kuntu Daud dan Abubakar Abdullah, CPH Desak Kejati Malut Segera Tetapkan tersangka kasus Korupsi Tunjangan DPRD 
Pemilih Gen Z dan Milenial Dominasi Pemilu 2029, Gibran dan AHY Dinilai Punya Modal Politik
Luncurkan 10 Buku di Usia 50 Tahun, Prabowo Puji Bahlil sebagai Sosok Petarung dan Penghibur Jokowi
Taruna Ikrar Dorong Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah Perkuat Kesehatan Anak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Kegiatan Motivasi Santri Mengenal Diri Untuk Berprestasi Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Tes Minat & Bakat Santri Bersama Primagen Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Workshop Membangun Daya Juang & Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Pendidikan Alumni Gontor

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:03 WIB

7 Tokoh Alumni Pesantren yang Aktif Menjadi Narasumber Leadership di Indonesia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:56 WIB

5 Pembicara Profesional Untuk Pelatihan Leadership di Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:20 WIB

Urgensi Analisa Genetik dalam Pendidikan: Mengapa Sekolah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi Perlu Menggunakan PRIMAGEN.id

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:40 WIB

Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi

Berita Terbaru

SportaFest 2026 PT Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Berlangsung Meriah

Nasional

‎Pegadaian Area Senen Raih Juara Umum SportaFest 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:59 WIB