Arif Sugianto Didaulat jadi Hadrotus Syeikh & Panglima Kyai se-Kebumen, setelah Panglima Santri

- Editor

Rabu, 23 Oktober 2024 - 02:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendaulatan Arif Sugiyanto sebagai “Panglima” dari Gawagis, Selasa (22 Okt. 2024). Sumber: TVOne

Pendaulatan Arif Sugiyanto sebagai “Panglima” dari Gawagis, Selasa (22 Okt. 2024). Sumber: TVOne

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Setelah diangkat sebagai “Panglima Laskar Santri” oleh Gawagis Kabumian yang merupakan komunitas kecil beberapa gus Kebumen. Lalu ditempat berbeda, ada daulat juga. Persatuan Kyai dan Santri Pesantren Kebumen (Pesek), mendaulat bahwa kandidat calon bupati Kebumen nomor urut dua (02) Arif Sugiyanto sebagai “Hadrotus Syeikh” sekaligus “Panglima Para Kyai se-Kebumen“. Hal itu disampaikan oleh Gus Uni selaku ketuanya. Sehingga, menurutnya lagi, ia saat ini selayaknya dipanggil almukarom “Hadrotus Syeikh KH. Arif Sugiyanto“.

“Secara sir, Persatuan Kyai & Santri ini mendaulat Arif Sugiyanto sebagai Hadrotus Syeikh sekaligus Panglima Para Kyai Kebumen,” tegas Gus Uni, di Kebumen, Selasa, (22/10/2024).

Salah satu alasan pendaulatan atau pujian ini, menurutnya sederhana, karena sebelumnya ada pendaulatan panglima laskar santri, maka itu menegaskan apabila Arif Sugiyanto memiliki kualitas yang sama dengan kyai besar.

BACA: Sujud & Arif Sugiyanto Berpotensi Terkena UUITE

Adapun dengan pendaulatan tersebut, tanggapan Arif Sugiyanto melalui sejumlah media online dan media sosial, ia mengaku belum tahu adanya pujian atau pendaulatan tersebut. Serta ia juga mengaku tidak mengenal Gus Uni dan mengaku baru mendengar nama organisasi tersebut. Sehingga ia menolak pujian ataupun penganugerahan atau pendaulatan tersebut. Menurutnya, dirinya belum pantas dengan pujian itu.

Menanggapi hal tersebut, Gus Uni mengatakan terkait penerimaan ataupun penolakan atas pujiannya itu sebagai hak Arif Sugiyanto. Menurutnya juga, Pesek merupakan kumpulan kecil yang diakuinya masih banyak yang belum mengenal, sehingga lumrah Arif Sugiyanto baru mendengar komunitas ini. Meskipun demikian, menurutnya, siapapun boleh memuji siapa dan yang dipuji boleh tidak menerima namun tak bisa melarang orang lain memujinya.

“Yang dipuji boleh bilang tak mau dipuji, tapi yang dipuji itu tak bisa melarang siapapun untuk memujinya,” paparnya, Gus Uni (02/11/2024).

BACA: Para Pengurus NU Kompak Dukung Arif-Rista

Pada hal lain, pro-kontra atas pendaulatan Arif Sugiyanto sebagai “Panglima Laskar Santri”, yang hingga kemudian muncul “penganugerahan” untuk Arif Sugiyanto sebagai “Hadrotus Syeikh” serta “Panglima Para Kyai” se-Kebumen, memunculkan kontra. Mengutip status FB akun Ahmad, setidaknya ada puluhan pesantren menolak pendaulatan Arif Sugiyanto sebagai “Panglima”. Diantara pesantren yang menolak yaitu PP. Alhidayah, PP. Darussaadah, PP. Miftahul Ulum, PP. Husnul Hidayah, dan masih banyak lagi.

 

Catatan: Berita ini direvisi sesuai hak jawab dari Arif Sugiyanto atas berita sebelumnya, yang disampaikan melalui media sosial atapun portal berita yang lain.

Berita Terkait

Dilengkapi IPAL Sejak Awal Operasional, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari Perhatikan Pengelolaan Limbah
Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru