Dua Anak Korban Salah Sasaran di Gombong, Bukan Bagian dari Geng Motor

- Editor

Rabu, 2 Oktober 2024 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bang Omat bersama guru dan siswa korban salah sasaran dari keributan geng motor dengan warga di Kebumen.

Bang Omat bersama guru dan siswa korban salah sasaran dari keributan geng motor dengan warga di Kebumen.

Kebumen, Siaran Indonesia – Keributan geng motor yang terjadi di depan Hotel Cadaka, Gombong, Kebumen pada Minggu dini hari 29 September 2024 telah berakibat pada penganiayaan terhadap orang yang tidak bersalah, alias menjadi korban salah sasaran.

Dialah Aditya Zikra Zaki dan Rafi Akhmad Baihaqi siswa SMA/Sederajat yang menjadi korban kekerasan oleh masyarakat yang mengira keduannya adalah bagian dari geng motor yang meresahkan, sehingga ikut jadi bulan-bulanan warga.

Baca juga: 1500 Petani Tembakau dapat BLT dari Pemkab Kebumen

Baca juga: Selamat! Geopark Kebumen Akhirnya Masuk UNESCO Global Geopark

Nur Rahmat salah selaku kuasa hukum dari dua anak tersebut, turut menyayangkan terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oleh warga terhadap kliennya yang dipastikan tidak bersalah, alias tidak ikut dalam kelompok geng motor tersebut.

Ia menceritakan kejadikan itu bermula ketika Aditya dan Rafi tengah pulang dari Kota Kebumen bersama empat orang temannya pada Sabtu malam 28 September 2024. Namun sesampainya di Gombong rombongan anak-anak remaja ini melihat ada keramaian di depan Hotel Cadaka.

Melihat adanya keramaian itu, Aditya dan Rafi tetap melintas karena berpikir sebagai hal yang biasa, dan dianggap aman karena tidak terlibat. Namun, tak disangka begitu melintas keduanya yang menggunakan sepeda motor langsung disekap oleh warga dan dihantam pakai kayu balok, sampai satu korban bernama Rafi pingsan.

Bang Omat Kuasa Hukum Korban.

“Rafi ini kebetulan di depan, begitu disekap dan dihantam balok kayu langsung pingsan, begitu juga Aditya ikut ditendang jadi bulan-bulanan warga. Anak ini nggak mengira bakal menjadi sasaran warga karena berpikir tidak tahu menahu soal adanya keramaian tersebut, sehingga tetap melintas,” ujar Rahmat atau Bang Omat, saat dikonfirmasi, Rabu 2 Oktober 2024.

Baca juga: Apresiasi Kepada Polda Sumut Yang Berhasilan Menangkap Geng Motor

Sementara empat orang temannya, yang sempat berhenti akhirnya balik kanan. Terlebih saat melihat kedua temannya menjadi amukan warga. “Untuk empat orang temannya itu balik kanan. Karena melihat ada keramaian dan keributan mereka memilih untuk menyelamatkan diri,” terang Bang Omat.

Pada saat Aditya dan Rafi jadi bulan-bulanan warga ada beberapa warga lain yang kemudian melerai dan meyakini bahwa dua anak ini bukan bagian dari geng motor yang meresahkan itu. Sampai akhirnya Aditya dan Rafi ikut dibawa Polisi ke Polsek Karanganyar bersama para geng motor yang lain.

“Setelah dikonfrontir antara grombolan geng motor ini dengan Aditya dan Rafi ternyata tidak saling mengenal. Dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dipastikan Aditya dan Rafi bukan bagian dari geng motor tersebut, dan menjadi korban salah sasaran dari amukan warga,” ucapnya.

Karena terbukti tidak bersalah berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, maka kedua anak ini meminta agar nama baiknya dipulihkan. Sebab, ia takut akan dikeluarkan di sekolah. Terlebih mereka sekolah di salah satu pondok pesantren di wilayah Kuwarsan, Kebumen.

“Jadi keluarga atau orangtua dari si anak ini minta agar namanya dipulihkan dengan memberikan kuasa hukum kepada kami. Si anak ini tidak mau dicap masyarakat dan di sekolah sebagai anak yang tidak benar atau anak urakan,” tuturnya.

Untuk itu, Bang Omat juga sudah mendatangi sekolahan Aditya dan Rafi untuk memberikan penjelasan kepada guru dan kepala sekolah. Pihak sekolah pun menerima, dan memberikan pesan kepada orangtua agar lebih ketat lagi dalam mengawasi putra putrinya.

“Karena kalau sudah di luar sekolah kan guru tidak tahu pergaulan muridnya. Jadi pesan dari sekolah agar orangtua lebih ketat lagi dalam mengontrol anak-anaknya. Biasakan kalau mau pergi ditanya mau kemana? Dan pulang jangan larut malam,” ujar Omat menyampaikan pesan guru.

Sampai saat ini, kondisi Aditya dan Rafi masih belum begitu fit, ada luka tangan dan punggung yang masih nyeri. Bang Omat meminta agar dilakukan rekam medis di rumah sakit agar lebih terlihat jelas luka yang dialaminya.

“Kita sudah menyarankan agar dilperiksa di rumah sakit agar lebih jelas sakitnya apa, sekaligus untuk keperluan hukum,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Bang Omat mengimbau kepada warga atau siapapun untuk lebih hati-hati dalam merespons sesuatu. Jangan sampai korban salah sasaran ini terulang lagi. Karena luka kekerasan yang ditimbulkan sangat luas biasa. Bahkan bisa sampai menghilangkan nyawa orang.

“Jadi masyarakat atau siapapun itu harus lebih jeli dan hati-hati dalam bersikap. Kasihan orang yang tidak bersalah, tidak tahu apa-apa ikut menjadi korban. Beban mental dan material yang ditimbulkan itu luar biasa. Sekali lagi harus behati-hati dalam bersikap,” tandasnya.

Adanya berita ini sekaligus kata Bang Omat untuk meluruskan bahwa pemberitaan yang sebelumnya tidak benar. Aditya dan Rafi sudah dipastikan bukan bagian dari geng motor yangs selalu meresahkan warga. “Jadi ini ketemunya musibah.”

Sampai saat ini, pihak keluarga korban masih koordinasi intens dengan Kuasa Hukum. Bang Omat sangat mengecam terhadap para pelaku penganiayaan salah sasaran tersebut. Tidak menutup kemungkinan pihak korban akan meminta pelaku penganiayaan agar diusut sampai tuntas. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending
Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron
Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok
Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026
Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:15 WIB

4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:56 WIB

1 Dekade Primago, Dari Bimbingan Belajar Masuk Gontor Hingga Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Jenjang SDI – SMPI – SMAI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Jangan Sampai Anak Salah Jurusan dan Salah Masa Depan! Tes Minat Bakat di Kota Depok

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Dr Awaluddin Faj, M.Pd ; Menyiapkan Calon Pemimpin Masa Depan dari Pesantren

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Remaja Masjid Baitul Kamal Resmi Dibentuk, Ahmad Naufal Muhtarom Jadi Ketua

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Kegiatan Motivasi Santri Mengenal Diri Untuk Berprestasi Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Tes Minat & Bakat Santri Bersama Primagen Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Workshop Membangun Daya Juang & Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Pendidikan Alumni Gontor

Berita Terbaru

Opini

Dari Kemerdekaan menuju Kemakmuran Rakyat

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:57 WIB