Berhasil Tekan Inflasi, Kebumen Raih SPHP Awards Terbaik 1 Nasional

- Editor

Senin, 29 Juli 2024 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piala SPHP Award 2023 diraih Pemkab Kebumen.

Piala SPHP Award 2023 diraih Pemkab Kebumen.

Jakarta, Siaran Indonesia – Pemerintah Kabupaten Kebumen meraih penghargaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Awards terbaik 1 nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu malam 28 Juli 2024.

Bupati Arif menyampaikan, penghargaan SPHP Awards didapat karena Kebumen dinilai berhasil menekan inflasi dengan gencar mengadakan gerakan pangan murah (GPM). Sejauh ini Pemkab Kebumen telah mengadakan GPM sebanyak 45 kali di 26 kecamatan.

“Alhamdulillah Kabupaten Kebumen kembali meraih penghargaan nasional, yakni SPHP Awards dari Bapanas. Ini tidak lain karena kita dinilai berhasil menekan inflasi dengan adanya GPM yang terus kita gencarkan sampai pelosok-pelosok desa,” ujar Bupati Arif di Jakarta.

Pemkab Kebumen, kata Bupati, telah melaksanakan SPHP sebagai dukungan terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan melalui berbagai intervensi seperti GPM dan Subsidi Harga Pangan.

Dalam implementasinya, lanjutnya, GPM menyediakan pangan dengan harga terjangkau, berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti BUMN, BUMD, Badan Usaha Milik Petani, Poktan, Gapoktan, Peternak, KWT dan pelaku usaha lainnya.

“Bahan makanan yang kita sediakan, ada banyak, seperti beras, telur, minyak, gula, bawang merah dan bawang putih, termasuk daging yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, kita jual dengan harga murah atau di bawah harga pasar,” terangnya.

Tak lupa, Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menekan inflasi di Kebumen, dengan berbagai program, seperti oprasi pasar, lumbung pangan, membentuk corporate farming, kemudian kebun pangan lestari dan GPM.

“Semoga penghargaan ini bisa memotivasi kita agar lebih semangat lagi dalam bekerja melayani masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita terus berupaya agar harga bahan pokok di Kebumen tetap terjangkau,” tuturnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono menambahkan, Pemkab Kebumen banyak mengadakan GPM bukan karena ada sokongan dana dari pusat. Melainkan karena swadaya atau gotong royong antara BUMD PT. Aneka Usaha Kebumen Jaya dengan sektor pangan dan pertanian.

“GPM ini tidak dianggarkan, dan tidak ada anggarannya. Jadi ini murni kolaborasi BUMD Aneka Usaha dengan BUMN, Bulog dan para poktan dan gapoktan dalam menyediakan pangan yang murah, dengan dibantu oleh pemerintah desa,” tuturmya.

“Kenapa bisa murah? Karena kita ngambil dari petani langsung, demikian juga beras kita ambil dari Bulog sehingga harga lebih kompetitif, dan BUMD kita tidak mengambil keuntungan yang besar. Banyak kabupaten tidak melaksanakan GPM karena memang tidak ada anggarannya,” tambah Teguh.

Teguh menyatakan, GPM akan terus berlanjut di 2024. Namun, kali ini Pemkab Kebumen melalui Dinas Perindag KUKM bakal memberikan subsidi untuk pembelian harga bahan pokok, sehingga diharapkan harganya bisa jauh lebih murah dari sebelumnya.

Selain mendapat penghargaan, Pemkab Kebumen juga mendapat bantuan Sarpras dari Bapanas, yakni satu unit reefer container, atau mesin pendingin daging yang akan diberikan untuk BUMD PT. Aneka Usaha Kebumen Jaya.

Sebelumnya, Pemkab Kebumen juga mendapatkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Awards se Jawa-Bali dari Kementerian Koordinator Perekonomian yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Juni 2024 lalu. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending
Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron
Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok
Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026
Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:51 WIB

Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:40 WIB

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:09 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Berita Terbaru