Bahasa Indonesia Sebagai Penghambat Interaksi Sosial

- Editor

Kamis, 4 November 2021 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Siti Fthiaturahmah Al-Jumroh

Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Meskipun bahasa adalah salah satu alat untuk berkomunikasi dengan manusia lain, namun apakah anda tahu ada hambatan dalam berbahasa Indonesia? Yuk, simak penjelasan dibawah ini agar kita semua bisa tahu apa aja yang menjadi hambatan dalam berbahasa Indonesia.

Indonesia terkenal dengan beragam suku dan Bahasa. Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di tanah air menurut sensus BPS tahun 2010 dan Indonesia memiliki 652 bahasa daerah. daerah adalah bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam negara berdaulat, yaitu di suatu daerah kecil. Bahasa daerah inilah yang menjadi salah satu penghambat dalam berbahasa Indonesia. Mengapa? Karna, masyarakat Indonesia ini lebih mencintai bahasa daerahnya dan lebih mengikuti budaya nenek moyang terdahulu.

Sebagaimana kita tahu bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional di negara Indonesia dan wajib digunakan orang Indonesia. Namun, banyak daerah-daerah tertinggal yang masil kental terhadap bahasa daerahnya sehingga mereka tidak mengenai apa itu bahasa Indonesia sehingga agak kesulitan dalam berkomunikasi lebih luas lagi. Mengapa mereka lebih memilih bahasa daerah dibanding bahasa Indonesia? Karna, masyarakat itu berada di dalam  suku tertentu.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan bahasa daerah jika digunakan pada suatu kelompok tertentu atau saat-saat anda mengunjungi suatu daerah. Mengingat perkembangan bahasa daerah kini mulai punah. Jadi itu bisa menjadi salah satu pertahanan agar bahasa daerah tidak punah. Namun sebagai warga Indonesia, alangkah baiknya jika bisa menguasai kedua bahasa tersebut.

Penggunaan bahasa Indonesai saat ini juga banyak sekali yang sudah tidak sesuai dengan tatanan bahasa. Banyak sekali yang sudah menggunakan bahsa modern bahkan tergolong bahasa kasar dan bahsa tersebut tidak pantas didengar oleh masyarakat luas. Namun banyak sekali anak muda yang menyalahgunakan bahasa tersebut demi kepopulerannya di media sosial. Dan sering terjadi pembulyan akibat seorang anak desa yang masih kental dengan bahasa daerahnya sehingga ia tidak mengerti bahasa Indonesia, pada kesempatan inilah teman-teman sebayanya mengolok-olok seolah dia yang salah padahal memang tidak ada yang mengenalkan ia bagaimana berbahasa Indonesai yang baik dan benar.

Oleh sebab itu, tantangan terbesar kami sebagai tenaga kerja guru bahasa Indonesia adalah mengenalkan bahasa Indonesia ke seluruh Indonesia tanpa terkecuali agar seluruh daerah bisa menguasai kedua bahasa tersebut. Sehingga memudahkan mereka saat berkomunikasi di luar daerah.  Dan mendidik masyarakat luas agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik sehingga sopan santun itu tetap terjaga.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Ketika Ikhtiar Bertemu dengan Keyakinan
Menjaga Kepercayaan Masyarakat
Kuota Perempuan Bukan Sekedar Angka
Presiden Prabowo, Dari Pinggiran Menuju Pusat Kemajuan: Program Unggulan Pemerataan Koperasi Desa Merah Putih Memutus Rantai Ketimpangan Perputaran Ekonomi Kota dan Desa
Presiden Prabowo, Dari Pinggiran Menuju Pusat Prestasi: Program Unggulan Pemerataan Sekolah Rakyat Memutus Rantai Ketimpangan Pendidikan Berkualitas antara Kota dan Desa
Ciri Khas Pesantren Cabul Telah Lama Dibongkar di Novel Metamorfosis Cinta
Ekspor SDA Satu Pintu: Membaca Kebijakan Prabowo melalui Teori Realitas Terintegrasi
Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:40 WIB

Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:08 WIB

Reklamasi Pertambangan Tidak Boleh Berhenti pada Formalitas, Saatnya Menjadikan Kepastian Hukum sebagai Fondasi Pemulihan Ekologis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

GUNTUR Sultra Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Peran Koperasi dan UMKM Kelola Sektor Strategis

Senin, 27 Juli 2026 - 13:32 WIB

Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:18 WIB

Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57 WIB

BNN Kota Depok Libatkan MUI dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Rohmat Rospari: Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:37 WIB

KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terbaru