Manajemen RSUD dr. Soedirman Didesak Evaluasi Sistem Insentif oleh Pegawai

- Editor

Kamis, 17 April 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber/ Istimewa

Sumber/ Istimewa

KEBUMEN, SiaranIndonesia.Com – Sejumlah pegawai RSUD dr. Soedirman Kebumen melakukan aksi untuk memprotes pemotongan insentif yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh pihak manajemen. Aksi ini berlangsung secara tertib dengan menyampaikan keberatan mereka terhadap kebijakan tersebut.

Ketua Perawat RS dr. Soedirman, Rahmat Sutopo, menyampaikan bahwa keputusan pemotongan insentif diambil tanpa adanya musyawarah bersama. Ia menegaskan bahwa insentif merupakan bagian dari jasa pelayanan yang seharusnya dihitung sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemotongan itu bukan gaji, tapi insentif. Kita ini bekerja langsung melayani pasien, bahkan dalam kondisi berat seperti merawat pasien di ICU, membersihkan pasien, dan lain-lain. Itu kan ada jasa pelayanannya, dan seharusnya dihitung dengan rumus yang ada dalam peraturan Perbup. Tapi rumus itu tidak dipakai,” ujarnya (16/04).

Sumber/ Istimewa

Rahmat juga menyoroti ketidaksesuaian dalam distribusi poin kerja. Ia menyatakan bahwa beberapa pegawai mendapatkan poin melebihi jabatan mereka tanpa dasar yang jelas, sementara pegawai lainnya justru mengalami kerugian.

“Artinya ada pengurangan karena orang lain mendapatkan lebih, padahal mereka tidak punya tambahan pekerjaan yang dibuktikan dengan SK,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa pemotongan tersebut berasal dari alokasi jasa pelayanan (Jaspel), bukan dari dana operasional. Padahal, sistem yang seharusnya dijalankan adalah 60 persen untuk operasional dan 40 persen untuk Jaspel.

Meski pihak pegawai telah mengajukan keluhan ke bagian kepegawaian, belum ada solusi konkret. Namun, setelah aksi berlangsung, manajemen menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki sistem pembagian dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.

“Kami apresiasi itikad baik direktur. Tapi tentu kami akan menunggu implementasinya. Kalau sampai tanggal 20 insentif tetap dipotong, maka kami akan menyampaikan aspirasi dalam bentuk lain,” tegas Rahmat.

Menanggapi aksi tersebut, Direktur RSUD dr. Soedirman, dr. H. Arif Komedi, M.Sc, pada Kamis (17/04) menyampaikan pernyataan resmi kepada wartawan. Ia menghargai masukan dari para pegawai dan menyatakan akan segera menindaklanjuti permasalahan ini.

“Terima kasih dan menghargai atas masukan dan saran dari teman-teman di komite keperawatan. Terkait hal ini kami akan segera tindak lanjuti dengan yang terkait, dengan harapan segera tercapai titik temu untuk kebaikan semua pihak. Harapan kami, kami sangat mengharapkan masukan-masukan dari semua komite untuk kebaikan bersama. Semoga ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending
Mahasiswa KKN Unimugo Kenalkan Inovasi Olahan Biji Melinjo Menjadi Tepung dan Kerupuk kepada Masyarakat Desa Kaligending 
Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending
Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron
Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Berita Terbaru

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Mereka menjadi bagian dari 204 lulusan magister dan doktor yang mengikuti wisuda di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).

Nasional

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB