Praktisi Hukum Tak Yakin Bupati Kebumen Keluarkan Data Palsu Soal Survei LSI

- Editor

Kamis, 4 Juli 2024 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dalam upacara 17-an bulan Februari dan pembinaan ASN Pemkab Kebumen, di Lapangan Setda Kebumen, Jumat (17/2/2023). (Foto : Kebumenkab.go.id)

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dalam upacara 17-an bulan Februari dan pembinaan ASN Pemkab Kebumen, di Lapangan Setda Kebumen, Jumat (17/2/2023). (Foto : Kebumenkab.go.id)

Kebumen, Siaran Indonesia.com – Pengacara dan Praktisi Hukum, Nur Rahmat, SH menyatakan, masih belum yakin Bupati Kebumen Arif Sugiyanto berani mengeluarkan data palsu soal hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait kepuasaan masyarakat Kebumen terhadap Pemerintah Daerah.

Menurutnya, tuduhan Bupati memanipulasi survei LSI dengan alasan LSI belum melakukan rilis soal hasil survei, jelas sangat diragukan, dan terkesan sebagai tuduhan yang dangkal. Sebab, tidak semua LSI merilis untuk konsumsi publik soal hasil survei yang telah mereka kerjakan.

“Saya kira tidak semua hasil survei LSI itu dirilis untuk menjadi konsumsi publik. Ada yang hanya bersifat data kemudian diserahkan kepada pihak-pihak yang bekerjsama atau yang meminta jasa survei ke LSI. Diberikan data itu secara utuh, tanpa dirilis ke publik oleh LSI,” ujar Nur Rahmat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (3/7/2024).

Ia menduga data hasil survei LSI yang diterima Bupati adalah adalah data survei yang memang tidak dirilis oleh LSI, hanya diberikan secara utuh. Itu pun dianggap lazim, dan kerap terjadi di banyak daerah. Seperti halnya hasil survei soal elektabilitas calon anggota DPR, banyak yang tidak dirilis hanya untuk konsumsi pribadi.

“Biasanya yang dirilis oleh LSI disampaikan ke publik itu yang besar-besar seperti Pilpres, Pillada DKI, itu pasti ramai dan dimuat diberbagai media nasional. Jadi nggak semua daerah harus dirilis,” ucapnya.

“Sekarang apa mungkin seorang Bupati berani bawa nama besar LSI dengan membuat survei palsu, yang di situ tentunya ada Pemda. Pastinya, kalau iya itu benar, Bupati dan Pemkab pasti akan digugat oleh LSI karena sudah mencatut namanya dengan data palsu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nur Rahmat mengatakan dalam kegiatannya LSI melakukan dua jenis survei, yaitu survei publik (non komersil) dan survei komersil berdasarkan permintaan.

Survei Publik (non-komersial) adalah survei yang dilakukan atas permintaan lembaga-lembaga publik, baik domestik maupun international dan untuk dipublikasikan. Survei ini berskala nasional dan dilakukan rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali.

​Kemudian yang kedua adalah survei komersial yang dilakukan atas permintaan individu, kelompok atau lembaga swasta lainnya. Hasil survei ini sepenuhnya untuk klien dan tidak dipublikasikan kecuali klien bersangkutan menghendakinya.

“Dalam konteks Kebumen, menurut saya Bupati atau pemerintah kabupaten (Pemkab) Kebumen adalah pihak pemesan atau pengguna jasa LSI untuk melakukan survei atas respon masyarakat terkait pelayanan pemerintah dan pandangan mereka terkait Pilkada 2024 yang akan digelar 27 November mendatang” kata Omat sapaan akrab Nur Rahmat yang juga anggota Peradi.

Jadi menurut Omat sah sah saja Bupati atau Pemkab Kebumen mempublikasikan hasil survei LSI tersebut, tujuannya agar masyarakat melihat secara lengkap pandangan dan pendapatnya tentang pelayanan dan tata kelola pemerintahan.

“Ini justrus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 yang mengatur tentang Keterbukaan Informasi Publik” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

SMK Tadika Pertiwi Gelar Kegiatan Kunjungan Industri Ke Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Dukung Anak Istimewa, Pemkot Depok Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial 2026
51 Himpunan, 47 Kampus: PERMIKOMNAS Jateng Perluas Kolaborasi Bersama Buana News
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
PCNU Kota Tangerang Gelar Muskercab, Tekankan Kemandirian dan Konsolidasi Organisasi
Arogan dan Kebal Hukum, Pabrik Hebel PT IKN di Rawalo Copot Spanduk Penyegelan hingga Intimidasi Warga
KKMI PCC Audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Bahas Program Perkemahan Madrasah
Pelantikan HIPPI Kota Depok, LKSA Primago Dapat Santunan Yatim

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru