SiaranIndonesia.com, JAKARTA – Membentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas bukan perkara mudah, terlebih dipandang dari situasi kondisi manusia yang menghadapi tantangan yang makin bertambah seiring bergantinya zaman.
Membentuk SDM berkualitas tidak dapat dikategorikan sebagai tanggungjawab akhir dari tempat berkerja atau lembaga untuk melatih para SDM sebagai tenaga pendidik unggul, melainkan ada faktor vital yang berperan, yaitu bagaimana individu dalam upayanya mengembangkan potensi diri.
Maka dari itu, kurang lebih dari 90 SDM Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung yang berlokasi di Jabon Mekar, Kec. Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar Talent Mapping SDM bersama Primagen.
Primagen.id memperkenalkan konsep genetic mapping program, yaitu layanan pemetaan potensi yang memanfaatkan analisis pola sidik jari sebagai salah satu sumber informasi untuk membantu memahami kecenderungan gaya kerja, komunikasi, kepemimpinan, gaya belajar, minat, dan potensi individu.
Pendekatan ini ditujukan sebagai alat bantu pengembangan diri, bukan sebagai pengganti asesmen psikologis atau diagnosis klinis. Hasil analisis dimanfaatkan untuk membantu lembaga dalam menyusun posisi strategis SDM dan pengembangan yang lebih sesuai dengan karakter masing-masing.
Melalui pemetaan ini, sekolah memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan akademik maupun nonakademik, posisi jabatan dan analisa kemampuan dalam memimpin dan komunikasi.
Salah satu peserta tes talents mapping Primagen adalah H. Turhamun, sebagai Wakil Pimpinan Bidang Akademik di Pondok Pesantren Darul Muttaqien, mengakui bahwa akurasi hasil tes. Menurut Pria bergelar master pendidikan (M.Pd.) ini, sekira 92-94 persen hasil tes sesuai dengan yang dirasakan.
“Saya baru ngeh saya begini. Sebelumnya saya merasa lebih mengenal orang lain daripada diri sendiri. Ke depan saya bisa melangkah lebih sistematis,” ungkap Turhamun.
Hal yang sama dirasakan Eko Prasetyo, salah satu guru di Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Guru PPKN bergelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) mengaku 90 persen analisis tentang potensi dirinya sesuai dengan apa yang ia jalankan sehari-hari.
“Saya adalah seorang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan. Saya juga senang melayani orang lain dengan baik. Setelah mengenali berbagai potensi dirinya tersebut, tentunya saya akan memaksimalkan potensi yang ada dan kedepan bisa lebih bermanfaat bagi lingkungan sekolah,” terang ustadz yang satu ini.
SDM dan Talent Mapping
M. Averus, tokoh pendidik yang menjabat sebagai Wakil Pimpinan Bidang Non-Akademik di Pondok Pesantren Darul Muttaqien, mengatakan bahwa talent mapping bermafaat untuk semua orang dan segala lapisan. Tak hanya bermanfaat bagi remaja, namun juga mereka yang mau pensiun, bahkan para guru.
Kenapa guru perlu mengikuti talents mapping? Menurutnya, guru merupakan variabel strategis dalam sistem pendidikan Indonesia. Dengan guru mengikuti talents mapping, mereka bisa memiliki pengalaman untuk mengevaluasi dirinya dan memberikan assessment untuk mengarahkan siswanya.
“Dengan talents mapping, guru bisa mengevaluasi karir dan untuk pengembangan karir ke depan. Dia dapat mengembangkan sebagai guru bidang pengajaran yang tepat,” ungkap salah alumni gontor ini.
Awaluddin Faj, praktisi talent mapping Primagen, menerangkan bahwa talents mapping Primagen berbeda dengan psikotes. Psikotes bersifat konfidensial alias rahasia, karena menyangkut semua dinamika personal, termasuk hal yang bersifat negatif dari peserta tes. Data negatif, itu bisa menjadi aib bagi seseorang.
Adapun talents mapping berdasarkan pada potensi potensi personal yang tidak dirahasiakan. Justru potensi itu harus dibuka agar lingkungan dapat mendukung potensi tersebut. “Jadi bedanya dengan talents mapping, individu maupun lingkungan perlu tahu, sehingga tercipta sebuah iklim yang positif antar individu dan lingkungan yang tumbuh dalam sebuah lembaga,” kata pria yang bergelar doktor ini.
Menurutnya, para guru harus faham bahwa manusia itu multitalent, memiliki kemampuan berbeda-beda. Apabila guru telah memiliki pemikiran seperti ini maka tidak ada lagi ruang yang tidak nyaman di sekolah untuk anak. Jika anak happy di sekolah, mereka bisa tumbuh kembang sesuai dengan potensinya.
Talents mapping ini tidak hanya diberikan kepada guru, namun juga peserta didik sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi pada peningkatan mutu sekolah. Bagi yang mau ikutan mapping talent untuk SDM maupun peserta didik, Anda bisa menghubungi 0878-8998-3338. (M. Fatkhul Maskur)
























