Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut Raja Antoni Dampingi

- Editor

Jumat, 11 September 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Kalbar – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni turut mendampingi Wapres mulai dari Posko Penanganan Karhutla di Lanud Supadio hingga meninjau di Desa Sungai Malaya, Kabupaten Kubu Raya.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan karhutla di Kalbar, termasuk kesiapan unsur yang terlibat dalam pengendalian kebakaran, Kamis (10/9/2026) malam. Usai mendatar di Pontianak Wapres Gibran didampingi Menhut Raja Juli langsung melakukan rakor karhutla bersama pemerintah daerah.

Dari Posko Lanud Supadio, Wapres Gibran melihat koordinasi penanganan yang dilakukan pemerintah bersama jajaran terkait.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Sungai Malaya, Kubu Raya. Wapres Gibran dan Menhut Raja Antoni meninjau kondisi lapangan di wilayah yang menjadi titik rawan karhutla serta melihat upaya penanganan yang dilakukan petugas.

Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi pemerintah dalam menghadapi karhutla di Kalbar. Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni Kemenhut, hingga masyarakat.

Wapres Gibran bersama Menhut Raja Antoni melihat dan berkomunikasi dengan petugas di lapangan yang tengah memadamkan api. Wapres Gibran menyampaikan terima kasih dan meminta agar tim yang bertugas tetap menjaga keselamatan dan kesehatan.

“Terima kasih ya Pak, Terima kasih semua. Sampaikan semua kepada timnya jangan sampai ada yang kelelahan, jangan sampe kecapean, terima kasih ya pak terima kasih,” kata Gibran.

Menhut Raja Antoni sebelumnya juga menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti ketika titik panas menurun. Khusus di lahan gambut, proses pemadaman dan pendinginan perlu dilakukan secara intensif karena api dapat kembali muncul meski tidak lagi terlihat di permukaan.

Kehadiran Wapres Gibran bersama Menhut Raja Antoni di lokasi juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Barat, termasuk memastikan upaya pemadaman dan pencegahan terus berjalan di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu
Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB