SEMARANG, SiaranIndonesia.com– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) sebagai upaya menumbuhkan kesadaran terhadap produksi dan konsumsi obat tradisional yang aman.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, hingga saat ini sudah ada 22 ribu jenis jamu dan obat tradisional yang tercatat di lembaga tersebut dan sudah mengantongi izin edar.
“Selama ini orang menganggap minum jamu itu aman, dan memang aman. Tetapi kenyataannya masih banyak pelaku yang membuat jamu tidak aman” katanya di Semarang kemarin.
Oknum-oknum tersebut, kata Taruna, mencampur jamu dengan bahan kimia obat.
“Itu yang menghancurkan citra jamu tradisional menjadi tidak aman,” tambahnya. Indonesia, lanjut dia, merupakan negara yang memiliki biodiversitas sangat tinggi.
Menurut Taruna, terdapat 31 ribu spesies tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuat jamu.
“Kita punya potensi biodiversitas sangat tinggi, namun belum bisa dimaksimalkan secara ekonomi,” katanya
Taruna Ikrar menambahkan saat ini lima daerah di Jawa Tengah menjadi proyek percontohan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman), yakni Kabupaten Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta dan Kota Semarang.
Taruna Ikrar di mengatakan alasan Jateng menjadi percontohan karena banyak tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan menjadi aneka jamu.
Bahkan, minum jamu di provinsi tersebut sudah membudaya dan sejauh ini pemanfaatan jamu tersebut juga dinilai aman, katanya, dalam acara Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digelar oleh BPOM.
Ia menilai tanaman obat herbal bisa menembus pasar nasional hingga pasar global sehingga program pengembangan jamu di Jateng harus mendapatkan dukungan.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan dukungannya terhadap gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman.
Menurut dia, Jawa Tengah memiliki banyak potensi kampung-kampung jamu yang bisa dioptimalkan keberadaannya.
Selain itu, kata dia, edukasi tentang jamu ilegal yang mengandung bahan kimia obat juga harus dikampanyekan.
























