Presiden Prabowo dan Tokoh Agama Serukan Perdamaian dan Hindari Aksi Anarkisme

- Editor

Minggu, 31 Agustus 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang 16 organisasi keagamaan ke kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk berdialog terkait situasi kebangsaan terkini. Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu dihadiri para ketua umum, sekjen, sejumlah menteri, hingga Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Diskusi berjalan terbuka dan hangat, menandai upaya bersama menjaga kondusivitas bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah seremonial belaka, melainkan percakapan mendalam mengenai kondisi bangsa.

“Pertemuan ini adalah percakapan hati ke hati untuk memahami secara utuh persoalan bangsa,” ujar KH Yahya Cholil Staquf.

Dialog itu menghasilkan kesepahaman tentang pentingnya kebersamaan pemerintah dan tokoh agama dalam menghadapi tantangan bangsa. Presiden Prabowo menyambut positif semangat kolaborasi tersebut. Para pemimpin ormas pun menyerukan masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan lebih mengedepankan penyelesaian damai dibandingkan aksi jalanan yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Nada senada disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Ia mengingatkan agar setiap pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.

“Menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional warga negara, tetapi hak tersebut tidak boleh dijalankan dengan cara-cara yang mengundang benturan,” tegas KH Miftachul Akhyar.

Ia menambahkan bahwa aparat keamanan perlu bertindak sabar dan tidak mudah terpancing dalam menghadapi massa. Menurutnya, perbedaan pendapat sebaiknya disalurkan melalui cara yang damai dan bermartabat. Rais Aam juga meminta warga NU di berbagai tingkatan berperan sebagai peneduh di tengah masyarakat, mengingat NU memiliki basis jamaah yang sangat luas dan berpengaruh.

Sementara itu, Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menekankan perlunya ketenangan nasional. Mereka menegaskan bahwa kejadian terakhir harus menjadi pelajaran berharga untuk mengutamakan kepentingan bangsa.

“Insiden ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk mengutamakan kepentingan nasional dan menghentikan kekerasan,” pungkas Haedar Nashir.

Muhammadiyah juga mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berkomitmen mengusut tuntas peristiwa secara adil dan transparan demi memulihkan kepercayaan publik.

Selain itu, Muhammadiyah mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar bebas di media sosial. Klarifikasi kepada pihak berwenang dan tokoh panutan dinilai sebagai cara terbaik mencegah hoaks dan provokasi.

Seruan damai dari NU dan Muhammadiyah memperlihatkan wajah Islam Indonesia yang menekankan persatuan serta kemaslahatan bangsa. Pesan itu mewakili jutaan umat yang mendambakan kedamaian dan stabilitas. Ketika dua ormas terbesar di Indonesia berdiri bersama pemerintah, bangsa ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Presiden Prabowo Subianto juga telah memberi teladan dengan membuka ruang dialog luas bersama ormas keagamaan. Kehadiran para tokoh agama di sisi pemerintah menghadirkan legitimasi moral sekaligus energi persatuan yang sangat dibutuhkan.

Dengan sinergi pemerintah, tokoh agama, aparat, dan masyarakat, jalan persatuan bangsa akan semakin kuat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi untuk menjaga ketenangan nasional dan membangun Indonesia yang lebih aman serta kondusif.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru