Presiden Prabowo dan Tokoh Agama Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Jaga Kondusifitas

- Editor

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com— Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menaruh kepercayaan penuh kepada pemerintah di tengah dinamika demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir. Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti setiap keluhan rakyat dengan penuh keseriusan.

“Dalam situasi seperti ini, saya menghimbau semua masyarakat untuk tenang dan percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi publik merupakan masukan penting bagi penyusunan kebijakan. Menurutnya, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap keluhan yang muncul, namun masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang ingin menunggangi situasi.

“Semua keluhan masyarakat akan kami catat dan tindaklanjuti. Namun, saya juga menghimbau seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada terhadap unsur-unsur yang ingin menciptakan huru-hara dan kekacauan,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa tindakan anarkis tidak akan membawa manfaat bagi rakyat maupun bangsa. Ia mengajak seluruh elemen untuk menyalurkan aspirasi dengan cara yang damai dan bertanggung jawab.

“Hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, dan tidak menguntungkan bangsa kita,” tambah Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek daring dalam kericuhan di lapangan. Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti peristiwa tersebut agar tidak terulang di kemudian hari.

“Kami memohon maaf atas kejadian apapun, yang sudah pasti tidak kita inginkan,” ujar Prasetyo Hadi.

Ia menambahkan, aparat keamanan diminta lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas pengamanan. Langkah humanis dianggap penting agar penanganan demonstrasi tidak menimbulkan korban.

“Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian, termasuk kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut di atas,” tutur Prasetyo Hadi.

Dukungan terhadap upaya menenangkan suasana juga datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. Ia menekankan pentingnya mencari jalan yang lebih damai dan konstruktif dalam menyalurkan aspirasi.

“Semoga masyarakat maupun pihak-pihak yang relevan, terutama dari jajaran pemerintahan sesudah ini dapat segera mengambil sikap yang akan membawa keadaan lebih sejuk, keadaan lebih tenang, sehingga memberi kesempatan dan ruang bagi kita semua untuk mengelola semua masalah ini menjadi lebih baik,” kata KH Yahya Cholil Staquf.

Ia mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat sejatinya telah didengar oleh pemerintah. Karena itu, mekanisme dialog yang tenang dan substansial harus dikedepankan agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

“Pada detik ini, saya kira sudah sangat jelas, bahwa segala tuntutan, segala aspirasi sudah didengar, bahwa apa yang diinginkan oleh warga masyarakat yang memiliki aspirasi kepada kebijakan sudah didengar,” lanjut KH Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya menegaskan, kondisi bangsa yang kondusif adalah modal penting untuk menghadapi tantangan besar di masa depan. Dengan kebersamaan, bangsa Indonesia diyakini mampu keluar dari setiap persoalan.

“Mari kita berpikir tentang kepentingan bersama dari sebuah bangsa di tengah keadaan ini untuk menghadap tantangan yang besar dan kita harus survive bersama bertahan bersama demi kepentingan kita bersama,” pungkas KH Yahya Cholil Staquf.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru