SERINDO Bengkulu dan KOPRI PMII Kota Bengkulu Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Demokrasi

- Editor

Jumat, 29 Agustus 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Bengkulu – Webinar Nasional Kepemiluan bertajuk P3: “Perempuan, Politik, Pemilu” sukses digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Serikat Rakyat Indonesia (DPD SERINDO) Provinsi Bengkulu. Webinar ini terselenggara berkat kerjasama dengan KOPRI PMII Cabang Kota Bengkulu, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan penyelenggara pemilu dan praktisi kepemiluan diantaranya: Dr. Andi Tenri Sompa, S.IP., M. Si (Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan), Quin Pegagan (Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta), dan Neni Nur Hayati (Direktur Democrary and Election Empowerment Partnership – DEEP).

Dalam webinar tersebut, para pembicara menyoroti masih rendahnya partisipasi perempuan baik sebagai pemilih kritis, sebagai kandidat politik, dan juga sebagai penyelenggara pemilu. Padahal, jumlah pemilih perempuan sangat signifikan dan suara perempuan memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan publik.

Ketua KPU Kalimantan Selatan, Andi Tenri Sompa menggarisbawahi bahwa kehadiran perempuan dalam panggung politik di Indonesia adalah sebuah keniscayaan dan kebutuhan, bukan hanya pelengkap melainkan kekuatan transformatif yang membawa perspektif baru.

Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) ini menilai dari sisi regulasi sebagimana diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, cukup jelas bahwa Partai Politik dalam Pencalonan Anggota Legislatif diwajibkan memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30% di setiap Dapil. “Begitupula komposisi keanggotaan Penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP) memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30%,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi Tenri Sompa menyebut suara perempuan dalam pemilu sangat penting, setidaknya karena empat alasan: representasi aspirasi, keadilan politik, peningkatan kualitas kebijakan, dan penguatan demokrasi.

Sementara Direktur DEEP, Neni Nur Hayati dalam pemaparannya mengingatkan bahwa perempuan tidak hanya sekadar pelengkap dalam politik, melainkan penentu arah pembangunan bangsa. “Kehadiran mereka di ruang politik akan membawa perspektif yang lebih adil dan inklusif,” tegasnya.

Aktivis perempuan ini menekankan nama perempuan kerap sekadar pelengkap daftar, tanpa ruang untuk benar-benar bersuara. Kondisi politik yang carut-marut, membuat langkah perempuan semakin berat seolah ada dinding kaca yang tak terlihat tetapi membatasi gerak mereka.

Neni nur Hayati juga mengungkapkan tantangan perempuan dalam pemilu tak hanya pada regulasi tetapi juga budaya patriarki yang mengekang, minimnya dukungan finansial dan struktur politik, serta stigma sosial yang masih menempel kuat: politik itu bukan dunia perempuan.

Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Quin Pegagan menyebut affirmative action adalah sebuah ide dan gerakan yang dapat dijadikan dasar hukum untuk mendorong terlibatnya perempuan dalam dunia perpolitikan baik sebagai penyelenggara pemilu maupun pimpinan lembaga negara baik ditingkat eksekutif ataupun legislatif.

“Perlu penguatan kembali kesadaran semua pihak terhadap kesetaraan gender,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi politik di kalangan perempuan muda agar tidak mudah terjebak pada politik identitas maupun disinformasi.

“Organisasi masyarakat seperti DPD SERINDO Bengkulu dan KOPRI PMII Kota Bengkulu harus konsisten mendorong terciptanya lingkungan demokrasi yang setara, dimana perempuan dapat tampil sebagai pengambil keputusan,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Banyak peserta menyampaikan pandangan bahwa kehadiran webinar semacam ini memberi motivasi baru untuk terus mengawal keterlibatan perempuan dalam proses politik.

Melalui webinar ini, penyelenggara berharap lahir gerakan bersama yang memperkuat posisi perempuan dalam panggung demokrasi Indonesia, tidak hanya sebagai objek politik, tetapi juga sebagai subjek yang aktif menentukan arah bangsa.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru